Achmad Djufrie mengatakan, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni. Menurut Achmad Djufrie, mengenang jasa pahlawan harus diikuti dengan kesadaran untuk meneruskan perjuangan melalui pengabdian sesuai bidang masing-masing.
“Renungan suci ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini lahir dari pengorbanan yang besar. Tugas kita sekarang adalah menjaga kemerdekaan itu dengan memberikan pengabdian dan kerja nyata untuk masyarakat,” ungkapnya.
Achmad Djufrie menilai semangat perjuangan para pahlawan perlu menjadi pijakan dalam menjalankan pembangunan, termasuk di Kaltara. Pembangunan daerah, kata Achmad Djufrie, harus diarahkan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai perjuangan para pahlawan hanya kita kenang setiap tahun. Nilai perjuangan, persatuan dan pengorbanan itu harus kita teruskan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun Kaltara,” ujar Achmad Djufrie.
Kapolda Kaltara Irjen Pol. Agus Wijayanto bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan turut dihadiri Gubernur Kaltara, Wakil Gubernur Kaltara, Sekretaris Daerah Kaltara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta peserta Renungan Suci dan Apel Kehormatan.
Suasana hening di kawasan TMP Telabang Bangsa menjadi bagian penting dari peringatan tersebut. Di tengah keheningan malam, seluruh peserta kembali diingatkan pada jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Bagi Achmad Djufrie, momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata.
“Semangat para pahlawan harus tetap hidup dalam diri kita. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja, pengabdian dan kontribusi terbaik untuk daerah dan bangsa,” tutupnya. (adv)