Rangkaian kegiatan diawali dengan senam jantung bersama yang diikuti seluruh peserta. Antusiasme terlihat saat peserta mengikuti gerakan senam secara serentak di lapangan Stadion Kudungga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, peringatan Haornas tidak seharusnya hanya dimaknai dari sisi pencapaian prestasi olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki manfaat yang lebih luas bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Haornas harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi, aktivitas olahraga juga penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Ia menyebut momentum tersebut juga relevan dengan persiapan Kutim menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim. Pembinaan atlet dan peningkatan budaya olahraga masyarakat dinilai perlu berjalan beriringan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Haornas 2026. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kesadaran hidup sehat di daerah.
“Kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan jasmani merupakan kebutuhan,” ujarnya.
Karena itu, budaya berolahraga perlu terus ditumbuhkan mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Semangat yang dibangun melalui peringatan Haornas tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Mari jadikan momentum olahraga semacam ini secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin