Melalui program RT-ku Terbaik, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ingin memastikan peran RT semakin kuat sebagai ujung tombak pelayanan sekaligus pembangunan di lingkungan masyarakat.
Karena itu Aulia meminta seluruh jajaran aparatur pemerintah memberikan pendampingan yang benar kepada para ketua RT. Jangan sampai program yang dirancang untuk memudahkan masyarakat justru menjadi rumit karena persoalan birokrasi maupun kepentingan oknum tertentu.
Aulia menegaskan, pelaksanaan RT-ku Terbaik harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan kepentingan masyarakat. “Saya berpesan kawal dengan baik program RT-ku Terbaik. Jangan jadi musuh masyarakat untuk program ini,” tegas Aulia.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau bagusnya perencanaan. Faktor terpenting adalah bagaimana program tersebut dilaksanakan secara tepat, transparan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Aulia mengingatkan aparatur agar tidak memanfaatkan keterbatasan pemahaman administrasi di tingkat RT untuk kepentingan pribadi. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah praktik menawarkan jasa pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dengan imbalan tertentu. Bagi Aulia, kondisi semacam ini justru berpotensi membebani masyarakat dan menggeser tujuan utama program.
“Saya tidak akan mentolerir ada pungli-pungli oleh aparatur pemerintah dan adanya jasa-jasa pembuatan pertanggungjawaban (SPJ),” ungkapnya.
Aulia meminta aparatur Pemkab Kukar hadir sebagai pendamping dan pemberi solusi, bukan menjadi pihak yang membuat masyarakat kesulitan.
Ketua RT, kata dia, harus mendapatkan pembinaan dan pemahaman yang memadai agar mampu melaksanakan program sesuai ketentuan. Jika terdapat kendala administrasi, pemerintah wajib memberikan pendampingan sehingga tidak muncul ketergantungan kepada pihak-pihak tertentu.
“Berikan contoh baik untuk masyarakat. Jangan mengimbau orang bekerja dengan baik kalau kita sendiri tidak bisa bekerja dengan baik,” pesan orang nomor satu Kukar ini.
Ia menegaskan, integritas aparatur menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Program yang baik akan kehilangan makna apabila dalam pelaksanaannya justru muncul perilaku yang merugikan masyarakat.
Karena itu, Aulia meminta jajaran pemerintah daerah tidak sekadar menjalankan program secara administratif, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.
RT-ku Terbaik sendiri diarahkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif RT, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat lebih cepat diidentifikasi dan ditangani.
Aulia juga memastikan Pemkab Kukar tetap membuka ruang terhadap berbagai usulan dari jajaran aparatur maupun masyarakat selama usulan tersebut memiliki tujuan yang jelas dan berpihak pada kepentingan publik.
“Saya akan terus memberikan dukungan terhadap setiap usulan, sepanjang itu murni untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kukar,” tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa RT-ku Terbaik bukan sekadar program pemerintah, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan birokrasi yang bersih, pendampingan yang tepat dan keterlibatan RT sebagai ujung tombak, Aulia berharap program tersebut mampu menghadirkan pembangunan yang lebih merata sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Pesannya jelas, program untuk masyarakat harus dikawal bersama, dikerjakan dengan integritas, dan manfaatnya harus kembali sepenuhnya kepada masyarakat Kukar,” demikian Aulia. (adv)