Senin, 17/08/2026

Pengawasan Perbatasan Kaltara Perlu Libatkan Banyak Instansi

Senin, 17/08/2026

Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin. (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pengawasan Perbatasan Kaltara Perlu Libatkan Banyak Instansi

Senin, 17/08/2026

logo

Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM, TARAKAN - Pengawasan perbatasan Kalimantan Utara membutuhkan kerja bersama lintas instansi. Komisi I DPRD Kaltara menilai pengawasan lalu lintas orang dan barang tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga.

Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin menyampaikan hal tersebut setelah kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Tarakan  Kamis (13/8/2026) lalu. Dalam pertemuan itu, DPRD mendapat penjelasan mengenai tantangan pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah Kaltara.

Alimuddin mengatakan, karakter geografis Kaltara yang memiliki wilayah perbatasan dengan Malaysia menjadi salah satu alasan pengawasan harus dibangun secara terpadu. “Pengawasan ini memang harus dilakukan bersama-sama. Ada TNI, Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, BNN dan instansi lainnya yang memiliki tugas masing-masing,” kata Alimuddin.

Keberadaan tiga PLBN di Kaltara yakni Long Nawang, Sebatik dan Labang menjadi bagian penting dalam mengatur sekaligus mengawasi perlintasan orang dan barang antara Indonesia dan Malaysia.

Namun pengawasan tidak boleh hanya berorientasi pada jalur resmi. Titik-titik rawan yang berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal juga perlu dipetakan dan diawasi.

Karena itu Komisi I mendorong optimalisasi patroli darat dan laut, penguatan informasi intelijen, serta koordinasi antarinstansi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah masuknya barang ilegal tanpa menghambat aktivitas perdagangan yang sah.

“Kami ingin perdagangan yang legal tetap berjalan dengan baik, tetapi pada saat yang sama celah untuk masuknya barang ilegal harus dipersempit,” ujarnya.

Alimuddin menambahkan, penguatan pengawasan perbatasan pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan penerimaan negara. Aspek perlindungan masyarakat dan keamanan wilayah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Komisi I DPRD Kaltara selanjutnya akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut melalui pembahasan bersama instansi terkait serta melihat langsung kondisi pengawasan di lapangan. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Pengawasan Perbatasan Kaltara Perlu Libatkan Banyak Instansi

Senin, 17/08/2026

Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin. (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait