Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) menggelar rapat koordinasi dan presentasi persiapan kegiatan Jelajah Surga Geopark dan program pengabdian masyarakat Berani Berdampak Batch 2.
2 menit baca1 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) menggelar rapat koordinasi dan presentasi persiapan kegiatan Jelajah Surga Geopark dan program pengabdian masyarakat Berani Berdampak Batch 2.
Pengembangan potensi wisata lokal, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokusnya.
Kepala Dispar Kutim Mahriadi turut memimpin pertemuan tersebut membahas pemantapan jadwal dan kesiapan teknis kegiatan yang direncanakan berlangsung di Desa Selangkau pada 23–28 November 2026.
Melalui program tersebut pihaknya berupaya mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Persiapan perlu dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Pihaknya ingin mendorong potensi pariwisata Desa Selangkau agar semakin berkembang, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi dan pengembangan ekonomi kreatif. Selain pengembangan destinasi, program tersebut diarahkan untuk memperkuat UMKM agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor pariwisata.
"Keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kawasan geopark," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup edukasi pengelolaan sampah, pendidikan pariwisata serta penerapan standar kesehatan dan keselamatan melalui konsep healthy tourism atau pariwisata sehat.
"Aspek tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan destinasi yang bersih, aman dan nyaman bagi wisatawan," jelasnya.
Koordinasi lintas bidang bersama Komunitas Nasib Baik juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pelaksanaan program dengan kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat promosi pariwisata termasuk melalui pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan potensi alam dan daya tarik wisata Desa Selangkau kepada khalayak yang lebih luas.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti pada promosi destinasi, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, peluang usaha dan ekonomi kreatif,” tuturnya.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara berkelanjutan. Pengembangan potensi wisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Semoga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan mendongrak UMKM Desa," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Pengembangan potensi wisata lokal, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokusnya.
Kepala Dispar Kutim Mahriadi turut memimpin pertemuan tersebut membahas pemantapan jadwal dan kesiapan teknis kegiatan yang direncanakan berlangsung di Desa Selangkau pada 23–28 November 2026.
Melalui program tersebut pihaknya berupaya mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Persiapan perlu dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Pihaknya ingin mendorong potensi pariwisata Desa Selangkau agar semakin berkembang, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi dan pengembangan ekonomi kreatif. Selain pengembangan destinasi, program tersebut diarahkan untuk memperkuat UMKM agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor pariwisata.
"Keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kawasan geopark," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup edukasi pengelolaan sampah, pendidikan pariwisata serta penerapan standar kesehatan dan keselamatan melalui konsep healthy tourism atau pariwisata sehat.
"Aspek tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan destinasi yang bersih, aman dan nyaman bagi wisatawan," jelasnya.

Koordinasi lintas bidang bersama Komunitas Nasib Baik juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pelaksanaan program dengan kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat promosi pariwisata termasuk melalui pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan potensi alam dan daya tarik wisata Desa Selangkau kepada khalayak yang lebih luas.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti pada promosi destinasi, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, peluang usaha dan ekonomi kreatif,” tuturnya.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat secara berkelanjutan. Pengembangan potensi wisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Semoga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan mendongrak UMKM Desa," pungkasnya. (Adv)

Editor: Aspian Nur








428 kali dibaca



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
