Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Ahmad Rifanie mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya mendorong pelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku seni, kreator konten, dan penggiat kuliner tradisional. Melalui perlombaan, pihaknya ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas.
“Sekaligus ikut memperkenalkan kekayaan budaya kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Ahmad Rifanie, Kamis (15/10/202).
Pada Lomba Vlog Erau, Rahmat Hasan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Devin Adriansyah Lukman, sedangkan Rifaldho Muhammad Rizki meraih juara ketiga.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan informasi mengenai Erau melalui konten audiovisual yang kreatif. Pemanfaatan media digital diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi budaya, terutama kepada kalangan generasi muda dan pengguna media sosial.
“Promosi budaya melalui vlog menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Kreativitas dalam mengemas informasi diharapkan dapat membuat tradisi daerah semakin dikenal. Pada Lomba Kuliner Kutai, Tim Suami Istri keluar sebagai juara pertama, disusul Putri Kutai Sangatta sebagai juara kedua dan Croc 99 sebagai juara ketiga. Adapun Dapur May meraih predikat Juara Harapan 1.
Perlombaan kuliner tersebut turut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan cita rasa khas Kutai. Selain mempertahankan kekayaan resep tradisional, kegiatan ini berpotensi mendorong pengembangan usaha kuliner lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.
“Keberadaan kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga. Kuliner khas Kutai semakin dikenal dan memiliki peluang untuk berkembang,” lanjutnya.
Pada kategori Musik Tingkilan, Tingkilan Odah Seni Betuah berhasil meraih juara pertama. Tingkilan Bengkal menempati posisi kedua, diikuti Orkes Tingkilan Kanak Sengata sebagai juara ketiga. Sementara itu, Laskar Kebangkitan Kutai memperoleh gelar Juara Harapan 1.
Musik Tingkilan merupakan salah satu kesenian tradisional Kutai yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat. Kehadiran kompetisi ini diharapkan mampu mendorong kelompok seni untuk terus berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan musik tradisional di tengah perkembangan berbagai genre musik modern.
“Musik Tingkilan bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus terus diwariskan,” ujarnya.
Keterlibatan sanggar dan kelompok seni menjadi modal penting agar kesenian ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Melalui tiga perlombaan tersebut, Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi kreativitas masyarakat dalam bidang seni, kuliner, dan promosi digital.
“Upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Ahmad Rifanie mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya mendorong pelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku seni, kreator konten, dan penggiat kuliner tradisional. Melalui perlombaan, pihaknya ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas.
“Sekaligus ikut memperkenalkan kekayaan budaya kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Ahmad Rifanie, Kamis (15/10/202).
Pada Lomba Vlog Erau, Rahmat Hasan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Devin Adriansyah Lukman, sedangkan Rifaldho Muhammad Rizki meraih juara ketiga.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan informasi mengenai Erau melalui konten audiovisual yang kreatif. Pemanfaatan media digital diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi budaya, terutama kepada kalangan generasi muda dan pengguna media sosial.
“Promosi budaya melalui vlog menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Kreativitas dalam mengemas informasi diharapkan dapat membuat tradisi daerah semakin dikenal. Pada Lomba Kuliner Kutai, Tim Suami Istri keluar sebagai juara pertama, disusul Putri Kutai Sangatta sebagai juara kedua dan Croc 99 sebagai juara ketiga. Adapun Dapur May meraih predikat Juara Harapan 1.
Perlombaan kuliner tersebut turut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan cita rasa khas Kutai. Selain mempertahankan kekayaan resep tradisional, kegiatan ini berpotensi mendorong pengembangan usaha kuliner lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.
“Keberadaan kuliner tradisional merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga. Kuliner khas Kutai semakin dikenal dan memiliki peluang untuk berkembang,” lanjutnya.