Bantuan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas insan kesehatan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran.
Penyerahan donasi dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) di Posko Kelurahan Melayu, Jalan Alimuddin, Tenggarong. Penggalangan bantuan ini melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan yang bersatu dalam aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah musibah kebakaran pada Senin (5/10/2026).
Ketua Perhimpunan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Kabupaten Kukar, Ika Harni Lestyoningsih, mengatakan pengumpulan donasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di antara organisasi profesi kesehatan ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Menurutnya, profesi kesehatan tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berkontribusi melalui gerakan sosial dan kemanusiaan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
“Musibah yang dialami saudara-saudara kita di Kelurahan Melayu menjadi panggilan bagi kita semua untuk saling peduli. Donasi ini merupakan bentuk solidaritas insan kesehatan di Kukar untuk membantu meringankan beban warga terdampak. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Ika.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai organisasi profesi dalam penggalangan donasi memperlihatkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja bersama, tanpa memandang perbedaan bidang keahlian maupun organisasi.
Donasi sebesar Rp34,7 juta tersebut dihimpun melalui partisipasi 13 organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Kukar. Organisasi yang terlibat meliputi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Perhimpunan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PPPKMI, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Selanjutnya, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) turut menjadi bagian dari gerakan solidaritas tersebut.
Keterlibatan lintas profesi ini menjadi gambaran bahwa semangat pengabdian tenaga kesehatan dapat meluas hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Bagi Ika, aksi bersama tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ant organisasi profesi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Ia berharap semangat gotong royong seperti ini terus terpelihara, sehingga ketika masyarakat menghadapi situasi darurat, berbagai elemen dapat bergerak bersama memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
Lebih dari sekadar nilai bantuan yang terkumpul, donasi tersebut membawa pesan bahwa warga yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi sulit seorang diri. Perhatian dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mereka melewati masa pemulihan secara bertahap.
Ika menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana semangat kemanusiaan ini terus hidup. Ketika ada masyarakat yang tertimpa musibah, kita perlu hadir, saling menguatkan, dan membantu sesuai kemampuan. Semoga warga Kelurahan Melayu diberikan ketabahan dan dapat segera menata kembali kehidupannya,” tambahnya.
Melalui aksi penggalangan dan penyerahan donasi ini, 13 organisasi profesi kesehatan di Kukar menunjukkan bahwa pengabdian tidak terbatas pada pelayanan sesuai bidang masing-masing. Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang saling mendukung, terutama ketika menghadapi musibah.
“Solidaritas ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Kabupaten Kutai Kartanegara,” demikian Ika. (Adv)
Editor: Erwin
Bantuan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas insan kesehatan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kebakaran.
Penyerahan donasi dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) di Posko Kelurahan Melayu, Jalan Alimuddin, Tenggarong. Penggalangan bantuan ini melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan yang bersatu dalam aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah musibah kebakaran pada Senin (5/10/2026).
Ketua Perhimpunan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Kabupaten Kukar, Ika Harni Lestyoningsih, mengatakan pengumpulan donasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di antara organisasi profesi kesehatan ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Menurutnya, profesi kesehatan tidak hanya memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat berkontribusi melalui gerakan sosial dan kemanusiaan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
“Musibah yang dialami saudara-saudara kita di Kelurahan Melayu menjadi panggilan bagi kita semua untuk saling peduli. Donasi ini merupakan bentuk solidaritas insan kesehatan di Kukar untuk membantu meringankan beban warga terdampak. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Ika.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai organisasi profesi dalam penggalangan donasi memperlihatkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja bersama, tanpa memandang perbedaan bidang keahlian maupun organisasi.
Donasi sebesar Rp34,7 juta tersebut dihimpun melalui partisipasi 13 organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Kukar. Organisasi yang terlibat meliputi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Perhimpunan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PPPKMI, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Selanjutnya, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) turut menjadi bagian dari gerakan solidaritas tersebut.