Melalui forum tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar mendorong penguatan koordinasi dengan KONI dan seluruh cabang olahraga (cabor), terutama dalam mematangkan kebutuhan atlet, kesiapan fasilitas pendukung hingga mekanisme fasilitasi menjelang kompetisi.
Rakerkab berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Kantor Dispora Kukar, Kompleks Olahraga Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang dihadiri Ketua KONI Kukar Chairil Anwar, perwakilan KONI Provinsi Kaltim, dan seluruh perwakilan pengurus cabor se-Kukar beserta perwakilan atlet. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program olahraga sepanjang 2026 sekaligus penyusunan agenda kerja untuk 2027.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Rakerkab memiliki peran strategis untuk menyelaraskan program pembinaan olahraga dengan kebutuhan masing-masing cabor, termasuk kesiapan menghadapi Porprov di Paser.
“Dalam rapat kerja ini, ada beberapa agenda penting yang dibahas, mulai dari laporan pelaksanaan kegiatan KONI tahun 2026, penyusunan program kerja 2027, hingga persiapan menghadapi Porprov di Paser. Kami juga akan menyampaikan mekanisme fasilitasi dan kesiapan yang telah dipersiapkan pemerintah daerah,” kata Aji Ali.
Menurut Aji Ali, penyampaian informasi teknis sejak awal diperlukan agar setiap cabor memahami bentuk dukungan yang dapat difasilitasi pemerintah daerah. Dengan demikian, persiapan kontingen dapat dilakukan lebih terarah dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga bisa dipetakan secara lebih jelas.
Dispora Kukar juga mendorong evaluasi terhadap capaian dan hasil pembinaan sebelumnya sebagai dasar menentukan langkah perbaikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebijakan mengenai batas usia atlet yang sempat menjadi pembahasan dalam persiapan kompetisi.
Aji Ali berharap pembinaan atlet dapat semakin terarah kepada kelompok usia yang potensial, sembari tetap menyesuaikan dengan ketentuan resmi yang ditetapkan penyelenggara.
“Kami berharap evaluasi ini menjadi bahan untuk menyiapkan atlet secara lebih matang. Apa pun keputusan terkait ketentuan usia pada event berikutnya, pembinaan harus tetap berjalan sehingga atlet kita siap menghadapi kompetisi,” jelasnya.
Selain persiapan kompetisi, Dispora Kukar menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga. Sejumlah cabor masih menghadapi keterbatasan pelatih bersertifikat maupun perangkat pertandingan yang memenuhi standar.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bertanding, tetapi juga kualitas pelatih, sistem latihan dan kompetensi tenaga pendukung.
Menurut Aji Ali, pengalaman saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Peningkatan kompetensi dan sertifikasi pelatih perlu masuk dalam program prioritas setiap cabor.
“Kami berharap program yang disusun melalui Rakerkab dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh cabor, baik untuk peningkatan prestasi atlet, peningkatan sarana dan prasarana, maupun pengembangan sumber daya manusia. Termasuk kebutuhan perangkat pertandingan dan pelatih bersertifikat yang saat ini masih terbatas di beberapa cabang olahraga,” tegasnya.
Dispora juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan kepengurusan organisasi olahraga. Sejumlah cabor yang masa kepengurusannya mendekati akhir perlu mempersiapkan proses regenerasi agar program pembinaan tidak terhambat akibat persoalan organisasi.
Kepengurusan yang aktif dan solid dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih hingga persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Melalui Rakerkab, Dispora Kukar berharap seluruh usulan program dari pengurus cabor dapat dibahas secara terbuka dan diselaraskan dengan arah pembinaan olahraga daerah.
Kebutuhan sarana dan prasarana juga menjadi bagian yang perlu dievaluasi. Pemerintah daerah membuka ruang bagi pengurus olahraga untuk menyampaikan kritik, saran dan masukan agar fasilitas yang tersedia dapat terus dibenahi sesuai kebutuhan di lapangan.
Aji Ali menegaskan, sinergi antara Dispora, KONI dan seluruh cabor menjadi kunci untuk memastikan program yang disepakati tidak berhenti sebagai perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan prestasi.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Kalau masih ada kekurangan pada sarana dan prasarana maupun kebutuhan pembinaan lainnya, mari kita diskusikan bersama untuk mencari solusi dan melakukan pembenahan,” terangnya.
Dengan perencanaan yang lebih terukur, Dispora Kukar berharap Rakerkab KONI menjadi momentum memperkuat fondasi olahraga daerah. Persiapan menuju Porprov 2026 di Paser sekaligus menjadi kesempatan mengevaluasi pembinaan, meningkatkan kualitas atlet dan membangun sistem olahraga yang lebih profesional.
“Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan prestasi olahraga Kukar, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi atlet lokal untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang kompetisi,” tegas Aji Ali. (adv)
Melalui forum tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar mendorong penguatan koordinasi dengan KONI dan seluruh cabang olahraga (cabor), terutama dalam mematangkan kebutuhan atlet, kesiapan fasilitas pendukung hingga mekanisme fasilitasi menjelang kompetisi.
Rakerkab berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Kantor Dispora Kukar, Kompleks Olahraga Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang dihadiri Ketua KONI Kukar Chairil Anwar, perwakilan KONI Provinsi Kaltim, dan seluruh perwakilan pengurus cabor se-Kukar beserta perwakilan atlet. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program olahraga sepanjang 2026 sekaligus penyusunan agenda kerja untuk 2027.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Rakerkab memiliki peran strategis untuk menyelaraskan program pembinaan olahraga dengan kebutuhan masing-masing cabor, termasuk kesiapan menghadapi Porprov di Paser.
“Dalam rapat kerja ini, ada beberapa agenda penting yang dibahas, mulai dari laporan pelaksanaan kegiatan KONI tahun 2026, penyusunan program kerja 2027, hingga persiapan menghadapi Porprov di Paser. Kami juga akan menyampaikan mekanisme fasilitasi dan kesiapan yang telah dipersiapkan pemerintah daerah,” kata Aji Ali.
Menurut Aji Ali, penyampaian informasi teknis sejak awal diperlukan agar setiap cabor memahami bentuk dukungan yang dapat difasilitasi pemerintah daerah. Dengan demikian, persiapan kontingen dapat dilakukan lebih terarah dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga bisa dipetakan secara lebih jelas.
Dispora Kukar juga mendorong evaluasi terhadap capaian dan hasil pembinaan sebelumnya sebagai dasar menentukan langkah perbaikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebijakan mengenai batas usia atlet yang sempat menjadi pembahasan dalam persiapan kompetisi.
Aji Ali berharap pembinaan atlet dapat semakin terarah kepada kelompok usia yang potensial, sembari tetap menyesuaikan dengan ketentuan resmi yang ditetapkan penyelenggara.
“Kami berharap evaluasi ini menjadi bahan untuk menyiapkan atlet secara lebih matang. Apa pun keputusan terkait ketentuan usia pada event berikutnya, pembinaan harus tetap berjalan sehingga atlet kita siap menghadapi kompetisi,” jelasnya.