Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menangani kebutuhan warga terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin Gang 1 RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menangani kebutuhan warga terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin Gang 1 RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong.
Selain melakukan pendataan kondisi warga, Pemkab Kukar mulai menyiapkan skema hunian sementara dengan memperkuat kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Muhammadiyah.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) malam tersebut membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Data sementara yang dihimpun pemerintah daerah mencatat sekitar 75 kepala keluarga terdampak.
Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan penanganan pascakebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.
Karena itu Pemkab Kukar membuka ruang kolaborasi dengan lembaga sosial dan keagamaan, termasuk Baznas dan Muhammadiyah, untuk membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang membutuhkan.
“Kawan-kawan OPD telah melakukan identifikasi dan pendataan, baik warga yang memiliki rumah sendiri maupun yang menyewa. Dari data tersebut akan kita tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” kata Akhmad Taufik dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kondisi setiap keluarga terdampak berbeda. Ada warga yang memiliki keluarga di sekitar Tenggarong sehingga dapat tinggal sementara bersama kerabat, namun ada pula yang membutuhkan tempat tinggal karena kehilangan hunian.
Untuk kelompok kedua inilah, pemerintah bersama Baznas dan Muhammadiyah melakukan koordinasi agar tersedia lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai hunian sementara.
“Yang membutuhkan tempat tinggal sementara akan kita koordinasikan. Yang masih memiliki keluarga juga bisa tinggal sementara bersama keluarga masing-masing,” jelasnya.
Akhmad Taufik menegaskan, pola penanganan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi awal bagi warga sembari pemerintah melakukan langkah pemulihan berikutnya.
Kolaborasi dengan Baznas dan Muhammadiyah juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan bantuan. Pemerintah tidak hanya hadir melalui perangkat daerah, tetapi menggandeng kekuatan sosial kemasyarakatan agar penanganan warga terdampak dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Prinsipnya pemerintah hadir dan kita tidak ingin warga yang terdampak ini berjalan sendiri. Semua akan kita koordinasikan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pendataan menjadi dasar penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Identifikasi dilakukan terhadap kondisi tempat tinggal, status kepemilikan atau sewa rumah, serta kebutuhan masing-masing keluarga.
Pemkab Kukar juga memastikan koordinasi antar-OPD terus berjalan untuk mendukung proses penanganan pascakebakaran.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran terbesar dalam sejarah Kota Tenggarong tersebut. Saat ini, penanganan difokuskan pada pendataan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penyediaan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan hunian.
Bagi Pemkab Kukar, penanganan pascakebakaran bukan hanya soal memulihkan tempat tinggal, tetapi juga memastikan warga kembali mendapatkan rasa aman dan memiliki harapan untuk menata kehidupan mereka setelah musibah. “Kolaborasi pemerintah, Baznas, Muhammadiyah, dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dari upaya tersebut menghadirkan semangat gotong royong di tengah warga yang sedang menghadapi masa sulit,” demikian Akhmad Taufik. (adv)






462 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG