Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Setelah berlangsung selama delapan hari, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tahun 2026 resmi berakhir, Kamis (5/11/2026) malam.
2 menit baca7 kali dibaca

Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Setelah berlangsung selama delapan hari, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tahun 2026 resmi berakhir, Kamis (5/11/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, tersebut berlangsung sejak 29 Oktober lalu. Berbagai agenda digelar untuk memeriahkan hari jadi daerah, mulai dari pertunjukan seni dan hiburan, perlombaan tari, kegiatan olahraga hingga pelibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Tahun ini, peringatan mengusung tema Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan, momentum hari jadi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan merefleksikan perjalanan pembangunan Kubar.
Bupati Kubar Frederick Edwin yang secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan berbagai pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan Dahau.
Ia berharap kebersamaan yang terbangun selama peringatan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, menjaga kerukunan di tengah keberagaman dan melestarikan adat budaya merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus dijalankan.
“Perayaan HUT ini memang akan berakhir, tetapi semangat kebersamaan jangan sampai ikut berakhir. Kita harus terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman, melestarikan adat dan budaya yang menjadi kekayaan daerah, serta memperkuat sinergi untuk membangun Kubar. Dengan kebersamaan, kita berharap pembangunan dapat berjalan lebih merata dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Frederick.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pemerataan pembangunan agar kemajuan daerah dapat dirasakan secara luas, tidak hanya di wilayah tertentu.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia HUT ke-27 Kubar, Yustinus Giri, menjelaskan bahwa pelaksanaan Dahau tahun ini mengandalkan kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, panitia tidak mengandalkan satu anggaran khusus untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan. Sebaliknya, perangkat daerah dilibatkan untuk menyelenggarakan agenda sesuai tugas dan alokasi anggaran dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkontribusi melalui kegiatan seni dan budaya. Dinas Pemuda dan Olahraga turut mendukung kegiatan olahraga melalui Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), sedangkan Dinas Pariwisata mengambil bagian dalam penyelenggaraan festival dan pertunjukan seni sekaligus merangkul pelaku UMKM.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Dahau, terutama Dinas Pariwisata yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan festival dan kegiatan seni, sekaligus membantu melibatkan para pelaku UMKM. Dukungan tersebut sangat berarti sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Yustinus.
Meski seluruh agenda telah terlaksana hingga penutupan, Yustinus mengakui masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan, terutama dalam komunikasi, koordinasi dan pelayanan. Atas nama panitia, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang merasa kurang terlayani selama rangkaian kegiatan berlangsung. (adv)
Kegiatan yang dipusatkan di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, tersebut berlangsung sejak 29 Oktober lalu. Berbagai agenda digelar untuk memeriahkan hari jadi daerah, mulai dari pertunjukan seni dan hiburan, perlombaan tari, kegiatan olahraga hingga pelibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Tahun ini, peringatan mengusung tema Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan, momentum hari jadi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan merefleksikan perjalanan pembangunan Kubar.
Bupati Kubar Frederick Edwin yang secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan berbagai pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan Dahau.
Ia berharap kebersamaan yang terbangun selama peringatan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, menjaga kerukunan di tengah keberagaman dan melestarikan adat budaya merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus dijalankan.

“Perayaan HUT ini memang akan berakhir, tetapi semangat kebersamaan jangan sampai ikut berakhir. Kita harus terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman, melestarikan adat dan budaya yang menjadi kekayaan daerah, serta memperkuat sinergi untuk membangun Kubar. Dengan kebersamaan, kita berharap pembangunan dapat berjalan lebih merata dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Frederick.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pemerataan pembangunan agar kemajuan daerah dapat dirasakan secara luas, tidak hanya di wilayah tertentu.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia HUT ke-27 Kubar, Yustinus Giri, menjelaskan bahwa pelaksanaan Dahau tahun ini mengandalkan kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, panitia tidak mengandalkan satu anggaran khusus untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan. Sebaliknya, perangkat daerah dilibatkan untuk menyelenggarakan agenda sesuai tugas dan alokasi anggaran dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkontribusi melalui kegiatan seni dan budaya. Dinas Pemuda dan Olahraga turut mendukung kegiatan olahraga melalui Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), sedangkan Dinas Pariwisata mengambil bagian dalam penyelenggaraan festival dan pertunjukan seni sekaligus merangkul pelaku UMKM.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Dahau, terutama Dinas Pariwisata yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan festival dan kegiatan seni, sekaligus membantu melibatkan para pelaku UMKM. Dukungan tersebut sangat berarti sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Yustinus.
Meski seluruh agenda telah terlaksana hingga penutupan, Yustinus mengakui masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan, terutama dalam komunikasi, koordinasi dan pelayanan. Atas nama panitia, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang merasa kurang terlayani selama rangkaian kegiatan berlangsung. (adv)






1.226 kali dibaca


1.010 kali dibaca
Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG