PDAM Diminta Cari Cadangan Air Baku
1 menit baca690 kali dibaca
SANGATTA - Meskipun Kabupaten Kutai Timur dalam kondisi memasuki musim hujan, namun Kondisi Sungai Kelinjau di Muara Ancalong saat ini mulai surut. Mengantisipasi hal serupa, terutama saat kemarau panjang dan kekeringan, Bupati Kutim Ismunandar minta PDAM Tirta Tuah Benua Kutim mencari solusi terkait cadangan sumber air baku PDAM untuk disalurkan bagi warga Kota Sangatta.
Ismu mengingatkan, Sungai Sangatta sebagai satu-satunya sumber air baku utama bagi PDAM Kutim tak bisa lagi diandalkan.
“Belajar dari kemarau panjang yang pernah melanda Kutai Timur beberapa tahun lalu, debit Sungai Sangatta menjadi berkurang dan tidak bisa diolah menjadi air bersih. Sehingga mengganggu suplai air bersih warga,” kata Ismu.
Ia berharap, adanya kreasi dalam penyediaan cadangan air seperti membuat embung atau bendungan. Selain khawatir akan ketersediaan air baku, Ismu juga merasa khawatir dengan kondisi Telaga Bening di Teluk Pandan yang pernah kering – kerontang akibat kemarau. Demikian dengan Sungai Bengalon serta beberapa sumber air baku PDAM Kutim.
“Sebelum kemarau terjadi, sebaiknya mulai dipikirkan OPD terkait untuk penyediaan sumber air jangan sampai kemarau datang baru diprogramkan, saat ini masih musim hujan sehingga embung atau bendungan yang dibuat bisa terisi,” bebernya.
Ismu mencatat sejumlah kecamatan rawan kekeringan yang berdampak terganggunya kesehatan masyarakat akibat lahan terbakar, minimnya ketersediaan air bersih.
“Kepada masyarakat, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau kebun saat kemarau karena bisa menyebabkan kebakaran hingga asap mengganggu kesehatan,” pungkasnya. (yul1116)










