Luka bakar yang dialami membuat nyawa Eben tak bisa diselamatkan meski sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Taman Husada Bontang selama kurang lebih 12 jam.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr Suhardi kepada Korankaltim.com Selasa (20/9/2022) pagi ini menjelaskan, Eben mengalami kondisi kritis di ruang ICU dimana saat dibawa ke rumah sakit pukul 09.30 WITA pagi kemarin atau beberapa saat setelah kebakaran terjadi, balita tersebut mengalami luka bakar sekujur tubuh sekitar 80 persen. "Korban mengalami luka bakar cukup serius dan tubuhnya hampir seluruhnya terbakar, kecuali perut dan punggung," kata Suhardi.
Pihak rumah sakit sudah berusaha semampunya, dimana Eben sudah dirawat di ruang ICU, mendapatkan tindakan medis seperti resusitasi dan pemberian obat-obatan dengan dosis yang cukup tinggi.
Boni, ayah Eben berusia 40 tahun saat ini masih berada di ruang ICU dengan kondisi kritis karena tubuhnya mengalami luka bakar yang lebih besar dibandingkan anaknya, yakni 90 persen.
Diketahui, kebakaran di Jalan Surabaya tersebut menghanguskan rumah berlantai dua milik Ruben Randa, kakek Eben yang juga ayah mertua Boni. Rumah tersebut dihuni dua Kepala Keluarga (KK) dengan 8 jiwa di dalamnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang Amiluddin mengatakan, mereka masih belum mengetahui secara pasti penyebab munculnya api. Namun menurut informasi yang dikumpulkan, ada dugaan api berasal dari alat elektronik yang mengalami korsleting. "Ada juga yang bilang karena korsleting listrik yang membuat tv didalam rumah meledak, masih kami cari tahu jelasnya,” kata Amiluddin.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur