Adapun masyarakat buffer zone tersebut datang dari wilayah Sidrap, Lok Tuan dan Guntung. Mereka menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PKT.
Muhammad Jainuddin, satu dari orator yang menggelar aksi tersebut menyebutkan, komitmen atau tuntutan masyarakat buffer zone tidak ditanggapi. “Bahkan surat dari kami beberapa waktu lalu juga tidak dibalas," ungkap Pijay, sapaan akrab Muhammad Jainuddin.
Beberapa tuntutan masa aksi diantaranya memprioritaskan dana CSR untuk kesejahteraan masyarakat baffer zone, memasang indikator udara di area Guntung, Loktuan dan Sidrap sebagai media masyarakat untuk mengecek secara langsung ambang batas polusi udara.
Tuntutan lainnya adalah memberikan fasilitas medikal check up gratis serta vitamin dan susu gratis setiap tiga bulan sekali khususnya bagi masyarakat di area baffer zone yang terpapar langsung dengan polusi amoniak.
Mereka juga menuntuk PKT memberikan pelayaan kesehatan gratis per RT, membentuk tim khusus rehabilitasi area pesisir akibat tumpahan batu bara di area boiler PKT, meminta perushaan menginvestigasi efek ledakan Kaltim 5. Mereka juga meminta pihak perusahaan transparan kepada masyarakat, meminta perusahaan melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat Bontang.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih berada di depan gerbang PKT, dijaga ketat aparat dari TNI dan Polri.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur