Direktur PT Bontang Energi dan Migas, Sitti Hamnah mengatakan untuk sementara pihaknya masih melakukan penggalian di lokasi dugaan kebocoran. Laporan sementara, memang terdapat bau zat metana di sekitar lokasi.
"Identifikasi awal itu di sini. Karena ada bau itu. Kami upayakan ini cepat diperbaiki," ucap Sitti Hamnah ditemui langsung di lokasi.
Menurut Hamnah kebocoran disebabkan oleh benda padat yang mengenai pipa jaringan gas. Hal itu karena material trotoar jalan yang dinilai tidak cocok dengan pemasangan pipa jaringan. Harusnya, lanjut Hamnah, untuk material dalamnya harus diisi dengan pasir yang biasa. Sehingga, potensi pipa jargas bocor karena benturan batuan sisa di dalam tanah bisa diminimalisir.
"Cuma pengerjaan jalan ini kan dari APBN, jadi agak susah," ucapnya.
Ditanya soal berapa lama jaringan gas di beberapa daerah itu dimatikan, pihaknya belum bisa memberi keterangan pasti. Namun dalam 24 jam ini, para petugas mulai mendeteksi dan akan melakukan perbaikan.
"Kami langsung turun saat ada laporan. Kami mencoba untuk real time. Semoga enggak sampai 25 jam sudah normal lagi. Ini masih kami buka dulu," tutupnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Bambang Irawan