Panjang antrian bahkan mencapai satu kilometer lebih. Beberapa mobil dari arah Samarinda juga dari arah Bontang terpaksa harus putar balik.
Warga yang melintas di kawasan itu mengaku harus mengambil jalan alternatif lain, melalui kawasan Desa Sepaku, Desa Pir lalu tembus ke Kecamatan Marang Kayu.
"Saya baru tiba di kantor Santan Ulu, tadi di Kilometer 16 antrian mobil lebih satu kilo karena jembatan yang dicor lagi ambles," kata Taufik, warga Marang Kayu.
Saat ini yang bisa melintas hanya pengendara motor. Diperkirakan, jembatan darurat baru bisa tersedia dalam dua atau tiga jam ke depan. "Kalau mau cepat lebih baik lewat Marangkayu," kata Taufik lagi.
Sebelumnya, pengerjaan saluran drainase dititik ini menyebabkan ruas jalanan yang berfungsi hanya satu lajur saja, kendaraan yang melintas harus bergantian, tetapi usai kejadian ini lalu lintas jadi terhambat terutama pengendara roda empat yang tak bisa lewat sama sekali.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur