Kepala Desa Santan Tengah, Nasrullah mengatakan dirinya kerap mendapatkan laporan dari warga terkait kemunculan buaya ini. "Sudah sering muncul, apalagi pas banjir. Kemungkinan mengincar ternak warga," kata Nasrullah dikonfirmasi media ini Rabu (30/12/2020) hari ini.
Menurutnya, buaya yang berkeliaran itu sudah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya saat banjir, binatang buas ini kerap menampakkan diri di bantaran anak sungai salah satu dusun.
“Banjir sudah tiga hari, tapi perlahan surut. Kami himbau warga untuk jangan beraktifitas di daerah bantaran sungai, yang dekat dengan air kalau bisa dihindari apalagi kalau malam hari.
"Sebenarnya walaupun tidak banjir buaya itu tetap muncul, hanya saja kalau banjir bisa masuk ke pemukiman, dekat kandang ayam warga," paparnya.
Buaya duga berasal dari sungai besar yang menjadi muara dari anak sungai yang ada di beberapa dusun yang ada di Santan.
"Karena di Desa Santan ada 4 dusun, setiap dusun ada anak sungai yang terhubung di sungai besar. Sepertinya itu akses masuknya. Buaya masuk dari sungai besar itu," kata Nasrullah.
Karena dinilai meresahkan, pihaknya pun mengirim surat ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sayangnya sampai kini surat tersebut tak kunjung sampai.
"Kami imbau masyarakat untuk sementara jangan beraktifitas di dekat air, di bantaran sungai. Apalagi saat malam hari," tutup Nasrullah. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur