"Ada turbulensi politik yang terjadi," kata Rudy Mas'ud, dihubungi awak media, Selasa (15/12/2020) malam.
Menurutnya, jika berpatokan dengan hasil survei, Bontang harusnya kembali menghadirkan Golkar sebagai partai pengusung pemenang Pilkada.
"Karena hasil survei kami jauh di atas rata-rata," jelasnya.
Rudy melanjutkan, keyakinan akan kemenangan di Bontang, ia sebut bukan tanpa alasan.
Alasan pertama, mulai dari hasil survei yang tinggi. Yang kedua koalisi yang dimiliki dinilai cukup gemuk, yaitu 8 partai parlemen (termasuk Golkar) dan 4 partai non parlemen.
"Dan ketiga kan petahana, ditambah anggota partai kami, menguasai kursi parlemen. artinya infrastruktur dan suprastrukturnya sudah memadai. Tapi kami kecolongan," ucapnya.
Untuk itu, Ia mengatakan akan melakukan evaluasi. Khususnya di Bontang. Namun, pihaknya masih menunggu hasil akhir Pilkada, atau pengumuman dari penyelenggara.
"Kami tetap akan laksanakan evaluasi. Saya rasa mesin politiknya tidak berjalan dengan normal. Kalo mesin politik normal, di atas kertas atau dimana-mana pasti menang. Diapakan juga pasti menang. Tapi beginilah kenyataannya," tandasnya.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor : Rusdi