Alasan tidak membebaskan tagihan untuk semua warga seban menurutnya di Kutim tidak semua masyarakat dikategorikan tidak mampu atau miskin. Karena ada saja orang yang mampu atau orang kaya yang menggunakan air untuk mencuci mobil, menyiram tanaman dan beberapa kegiatan lainnya. Bahkan di kamar tidur pun dilengkapi pendingin ruangan.
Hal itu justru pengeluarannya 10 kali lipat dari orang yang tidak mampu. Artinya lebih baik memberikan kepada seseorang yang bebar-benar membutuhkan. “Teknisnya nanti mendata semua warga sesuai yang masuk kategori miskin atau golongan tidak mampu itu yang kita bebaskan sesuai data yang ada,” imbuh Ismu.
Apa yang dilakukan tersebut mengikuti instruksi Presiden RI untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu. Bahkan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak panik. Senantiasa berdoa dan bersabar selama menghadapi pandemi Covid-19. “Semoga virus Corona ini yang telah merenggut banyak jiwa di dunia ini pasti cepat berakhir dan kembali beraktivitas dengan normal seperti biasanya,” pungkas Ismu. (*)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 02 April 2020