Dari seluruh aspek yang menjadi fokus Neni tersebut, akan dijawab seluruh pihak yang hadir pada rakor tersebut pada Rabu (14/11) lusa. Neni menegaskan akan mengevaluasinya.
“Saya sangat berharap, sampai pada waktu pelaksanaannya, berlangsung baik dan lancar, dan tidak ada kendala sedikitpun,” katanya.
Mengenai beberapa venue yang bakal digelar di Bontang, Neni mengaku pihaknya siap menggelar. Bahkan ia sangat mengharapkan hal tersebut benar-benar terwujud dan dilaksanakan di Kota Bontang.
“Ada 6 cabor yang pertandingannya dilaksanakan di luar Kutim. Nah, Bontang mendapat kesempatan sebagai tempat untuk cabang olahraga renang, drumb band, hoki, bowling, selam dan sofball. Ini harus diperjuangkan. Dan mudahan tetap digelar di Bontang,” tutur Neni.
Untuk cabor drum band akan dilaksanakan di GOR Pupuk Kaltim, hoki di GOR Taman Prestasi, bowling di arena bowling PT Badak NGL, softball di lapangan samping GOR PKT, renang lintasan dan selam kolam di kolam renang Hotel Bintang Sintuk. Sementara untuk renang terbuka dan selam laut berlokasi di Bontang Kuala.
Neni sangat berharap pada porprov kali ini, Bontang akan mampu menembus 3 besar. “Ya kami target Bontang bisa 3 besar,” katanya.
Neni juga setuju dengan keinginan para pengurus cabor agar bonus atlet dinaikan. “Saya sebagai walikota, yang terbaiklah untuk bonus atlet yang berhasil membawa nama harum Kota Bontang,” tegas Neni.
Terpisah, Kepala Disporapar Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, pihaknya telah menganggarkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk bonus atlet yang berprestasi. Hanya saja, ia belum bisa merinci berapa-berapa besaran bonus atlet perseorangan ataupun beregu, baik yang mendapat medali emas, perak ataupun perunggu. “Yang jelas kami sudah menganggarkan sebesar Rp1 miliar untuk bonus, dan itu global,” jelasnya. (cil)