Hal ini dilakukan Neni, karena keprihatinannya terhadap ratusan ribu warga Lombok, yang hingga saat ini masih merasakan musibah gempa sejak 29 Juli 2018, hingga saat ini. Bahkan, Selasa,11 September 2018 kemarin, warga Lombok kembali diguncang gempa berskala 5,3 skala richter (SR).
“Saya sangat prihatin atas musibah yang dialami warga Lombok, hingga saat ini mereka masih didera rasa kuatir, takut karena gempa-gempa susulan yang masih terjadi,” kata Neni.
Warga Lombok pun masih takut untuk tidur di dalam rumah, mereka lebih memilih tidur di tenda terpal yang dibangun para relawan.
Karena itulah, Neni berinisiatif mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta, untuk meringankan beban para korban di Lombok. Dan ia menyatakan, akan menyerahkan bantuan dana tersebut, sekaligus juga pakaian layak pakai yang dikumpulkan oleh para jamaah Musola Al-Baitsu Bontang serta bantuan warga Bontang lainnya.
“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa ratusan ribu warga Lombok yang tertimpa musibah gempa ratusan kali dan terus menerus. Dan rencananya sekitar tanggal 20 September nanti, bantuan akan saya akan serahkan sekaligus melihat situasi langsung di sana,” jelas Neni.
Neni berharap musibah gempa ini segera berahir, dan warga Lombok bisa kembali hidup dengan layak dan tenang. (cil)