Menurut Rahma, saat kejadian ia langsung keluar menyelamatkan diri, dan tidak membawa apa-apa. Tak berapa lama, beberapa warga membantu mengambil harta bendanya keluar rumah, termasuk tas yang ada di balik pintu kamarnya.
“Karena panik, saya keluar saja menyelamatkan diri. Orang-orang pada bantu tolongin barang-barang dikeluarin dari dalam rumah, saya sudah nggak ingat sama tas saya. Begitu saya ingat tas saya, saya coba cari dan ambil, kok tas ini sudah terbuka resletingnya separuh, dan gelang emas juga hampir jatuh dari dalam tas, tapi uang yang saya ikat sama lakban dibungkus kresek sudah nggak ada,” kata Rahma.
Uang tersebut, kata Rahma, hasil dari pembayaran catering dari PT KNI, termasuk hasil jualan warung. “Rencananya uang itu mau saya setor ke bank. Mana ada kepikiran kalau ada kejadian seperti ini. Tidak ada yang tahu saya simpan uang ini di dalam tas, bahkan suami, anak juga adik nggak ada yang tahu,” jelasnya.
Rahma juga mengaku, saat ia hendak mengambil tas tersebut, ia melihat ada laki-laki yang buru-buru naik sepeda motor. Namun ia tidak tahu pasti apakah laki-laki itu yang mengambil uangnya.
Sementara kebakaran yang terjadi, menghanguskan empat rumah milik H Ibrahim dan Ramly. Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WITA, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WITA.
Kepala Pemadam Kebakaran Kota Bontang H Moh Yani mengatakan, 4 unit Damkar dikerahkan ke TKP begitu mendapatkan laporan kebakaran. “Begitu kami terima informasi, kami sampai ke lokasi sekitar 17 menit setelah informasi kami terima, karena lokasi lumayan jauh dan padat,” ujar Yani.
Selain 4 unit yang dikerahkan, lanjut Yani, pemadaman juga dibantu oleh mobil pemadam dari Pupuk Kaltim dan satu unit mobil WaterCanon dari Polres Bontang. Bagi Yani, kendala di lapangan tidak ada, namun dibalik kejadian evaluasi terus mereka lakukan. “Kesulitan kami di posisi menuju TKP, banyaknya masyarakat disana. Dan mudahan masyarakat punya kesadaran, agar unit datang ke lokasi lebih cepat,” kata Yani. (cil)