Begitu kakinya melangkah masuk ke ruang tempat anak-anak santri beristirahat, hatinya pun tersentak. Pandangannya tertuju pada dua balita tertidur di atas kasur yang tidak beralaskan seprei dan ditemani kakak-kakak pantinya. Bahkan banyak diantara anak panti yang lebih tua tidurnya justru di lantai, tanpa beralaskan sprei apalagi kasur.
Agus yang kali ini datang berdua bersama istrinya, mencoba berkomunikasi dengan anak-anak panti tersebut. Dan barulah mereka mengetahui kondisi panti asuhan Daarul Qurro begitu miris, dimana rata-rata anak-anak asuh tidur di lantai lantaran kasurnya terbatas. “Kasihan mereka, mereka tidur di lantai, karena nggak cukup kasurnya,” ucap Agus Kurniawan sembari mengusap air matanya.
Agus pun melanjutkan langkahnya untuk melihat ruangan panti lainnya, seperti kamar mandi dan dapur. Dan ia pun menyimpulkan kalau kondisi panti asuhan Daarul Qurro sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan.
“Saya ingin sekali menggalang dana untuk membeli kasur serta sprei, biar terjaga kebersihannya,” kata Agus, yang pada kesempatan itu memberikan beberapa peralatan untuk kebutuhan anak-anak panti asuhan, seperti mesin cuci, kipas angin, peralatan mandi mulai sikat gigi, handuk, shampo, sabun mandi dan sabun cuci, pembersih lantai sampai pembalut wanita.
“Saya hanya insting saja kepingin datang kesana, ya Allah saya menangis melihat kondisi mereka. Semoga Allah mengangkat derajad anak-anak yatim dan piatu disana, mereka masih kecil-kecil, bahkan ada yang masih balita,” sambung Agus.
Kedepannya, Agus berharap warga Bontang tergerak hatinya untuk memberikan sedekah dan infaq ke panti asuhan Daarul Qurro. Sehingga kehidupan anak-anak panti akan lebih baik. (cil)