“Ya ada satu pasien baru, anak-anak dari Sangatta, sekarang lagi dalam perawatan intensif di ICU, awalnya dari keluarganya dikira hanya batuk pilek biasa. Tapi setelah diperiksa ternyata diduga kena difteri,” ujar Gusti.
Untuk saat ini, pasien difteri yang sedang dirawat masuk di ruang isolasi ada lima pasien. Sehingga jika dengan adanya pasien baru ini, maka jumlahnya ada enam, dan Bontang pun sudah dinyatakan KLB Difteri.
Walikota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar masyarakat tidak perlu panik.
Sebab, pasien difteri akan langsung ditangani dan obatnyapun tersedia di rumah sakit.
Selain itu Neni mengimbau agar tidak ada lagi gerakan anti imunisasi.
Saat sidak pagi tadi Neni menyempatkan langsung menengok pasien difteri di ruang isolasi lt.4 RSUD Taman Husada.
Karena penyakit difteri ini sangat menular, maka Neni sebelum masuk ke ruang isolasipun harus mengenakan pakaian tertutup yang telah disediakan tim medis RSUD.
Kurang lebih 10 menit Neni berada di dalam ruang isolasi yang ditempati lima pasien difteri.
Usai keluar dari ruangan isolasi, Neni mengingatkan agar masyarakat membudayakan pola PHBS (pola hidup bersih dan sehat).
Neni juga mengimbau kepada seluruh pelayanan di rumah sakit, agar memberikan pelayanan maksimal, ramah dan obat cepat terpenuhi.
Selain itu, khusus untuk tenaga medis di ruang isolasi, sebaiknya dilakukan vaksin, karena langsung terpapar dengan penderita.(*)
Penulis: olis
Editor : Bambang Irawan