Limbah sampah itu disulap para tangan kreatif menjadi pakaian, aksesoris, hiasan rumah sampai pernik-pernik kebutuhan rumah tangga lainnya yang berbahan baku dari limbah plastik, hasilnya pun sungguh cantik, dan bernilai jual tinggi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Encek Rafiddin Rizal mengatakan, pameran daur ulang sampah tak hanya sebagai hari peringatan sampah saja, namun juga sebagai upaya menunjukkan bahwa sampah bisa bermanfaat dan menjadi sesuatu yang bernilai.
“Seiring meningkatnya jumlah penduduk, sampah masyarakat pun bertambah. Sementara daya tampung terbatas. Jadi bagaimana memanfaatkan sampah tersebut, until mengurangi timbunan sampah masyarakat,” ungkap Rizal.
Menurut Rizal, permasalahan sampah masih menjadi isu yang serius. Peran generasi muda terutama anak sekolah untuk peduli dan terlibat perlu ditingkatkan. Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan mencanangkan program Adiwiyata.
Selama ini Kutim telah mengikuti program Adiwiyata tahun sejak tahun 2007. Setelah 10 tahun, telah diikuti 77 sekolah, yang tujuh di antaranya sekolah Adiwiyata Mandiri yang memperoleh penghargaan Presiden. SD 001 Sangatta Utara mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Kabupaten tahun 2013, provinsi 2015, Dan 2016 sebagai sekolah Adiwiyata Nasional.
“Jadi produk ini digelar di sekolahan yang pernah mendapat Adiwiyata, nantinya akan bergilir,” ucapnya. (yul1116)