Tidak hanya menyerahkan alat, Distan juga menggelar sosialisasi cara penggunaan dan perawat alat tersebut. “Dengan adanya bantuan alat ini di harapkan para petani juga bisa mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi,” kata Istikhoroh.
Distan tidak akan lepas tangabnn, pemberian alat tersebut tetap akan di awasi dengan melakukan evaluasi setiap persemester. Jika dilihat alat tersebut tidak digunakan dengan benar, maka akan menarik kembali.
“Kita akan melakukan memonitoring. Jika tidak termanfaatkan bisa saja kita tarik dan di serahkan ke lainnya,” tegasnya.
Sebagai mendukung petani untuk dapat memproduksi beras dengan jumlah yang banyak dan berkualitas, Distan telah mengusulkan untuk meminta bantuan alat yang nantinya diserahkan kepada para kelompok tani, seperti traktor roda 2, penggiling padi dan konselor (pemgumpas jagung), yang mana akan di berikan ke beberapa kecamatan seperti Kaubun Kombeng, Kaliorang.
“Program kita untuk mengusulkan alat memang banyak, dan masih banyak juga kelompok tani yang perlu di bantu untuk, namun semuanya akan di lakukan bertahap,” tutupnya. (yul116)