Dalam kesempatan tersebut Gubernur Awang Faroek Ishak menegaskan kehadirannya untuk mendukung keputusan pemerintah membatalkan rencana Donald Trump. “Semoga apa yang menjadi doa dan harapan seluruh umat muslim dunia dikabulkan Allah SWT,” kata Awang.
Dikatakan Awang, dunia sudah merasakan kedamaian. Tetapi manuver Trump justru memperkeruh kedamaian dunia. “Saya yakin dengan doa umat muslim maupun non muslim yang bersatu, apa yang tidak mungkin. Yakin dikabulkan Allah,” jelasnya.
Krisis keamanan yang terjadi di Palestina pasca pernyataan Trump terkait Yerusalem menjadi ibukota Israel memicu keprihatinan tidak saja umat Islam tetapi bangsa-bangsa di dunia, terlebih Indonesia termasuk Kaltim.
Di Kaltim, Awang juga berpesan agar jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim ikut menyuarakan keprihatinan atas Palestina tersebut. Menurut dia, permasalahan Palestina bukan semata menyangkut kepentingan umat Islam tetapi kepentingan antarumat beragama dan masalah keamanan global.
“Kaltim bisa menyuarakan keprihatinan melalui FKUB terhadap krisis keamanan yang dialami Palestina. Bahkan semua elemen dapat menyuarakan itu,” tegasnya.
Dalam aksi solidaritas tersebut, Gubernur Awang Faroek Ishak bahkan berhasil merangsek maju hingga posisi terdepan, tepat di depan panggung berbaur dengan jutaan umat muslim. (jay/sul/ri/adv)
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Awang Faroek Ishak menegaskan kehadirannya untuk mendukung keputusan pemerintah membatalkan rencana Donald Trump. “Semoga apa yang menjadi doa dan harapan seluruh umat muslim dunia dikabulkan Allah SWT,” kata Awang.
Dikatakan Awang, dunia sudah merasakan kedamaian. Tetapi manuver Trump justru memperkeruh kedamaian dunia. “Saya yakin dengan doa umat muslim maupun non muslim yang bersatu, apa yang tidak mungkin. Yakin dikabulkan Allah,” jelasnya.
Krisis keamanan yang terjadi di Palestina pasca pernyataan Trump terkait Yerusalem menjadi ibukota Israel memicu keprihatinan tidak saja umat Islam tetapi bangsa-bangsa di dunia, terlebih Indonesia termasuk Kaltim.
Di Kaltim, Awang juga berpesan agar jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim ikut menyuarakan keprihatinan atas Palestina tersebut. Menurut dia, permasalahan Palestina bukan semata menyangkut kepentingan umat Islam tetapi kepentingan antarumat beragama dan masalah keamanan global.
“Kaltim bisa menyuarakan keprihatinan melalui FKUB terhadap krisis keamanan yang dialami Palestina. Bahkan semua elemen dapat menyuarakan itu,” tegasnya.
Dalam aksi solidaritas tersebut, Gubernur Awang Faroek Ishak bahkan berhasil merangsek maju hingga posisi terdepan, tepat di depan panggung berbaur dengan jutaan umat muslim. (jay/sul/ri/adv)