Langkah tersebut menjadi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mencari dukungan di tengah kebutuhan pembangunan yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga pariwisata.
Sri Juniarsih mengatakan, kunjungannya ke sejumlah kementerian mendapat respons positif. Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berlanjut menjadi dukungan konkret bagi masyarakat Berau.
“Alhamdulillah, beberapa kementerian merespons. Terutama Kementerian Keuangan, yang memberikan beberapa jalan dan solusi atas tekanan fiskal saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar berbagai kebutuhan pembangunan daerah tetap dapat diperjuangkan. Karena itu, Pemkab Berau berupaya membuka peluang kerja sama dan dukungan program melalui kementerian yang membidangi sektor-sektor prioritas.
Bahkan dalam waktu dekat ini, ia berencana kembali ke Jakarta untuk melanjutkan audiensi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Perhubungan.
Pertemuan tersebut akan diarahkan untuk menyampaikan kebutuhan yang ada di Kabupaten Berau sekaligus menjajaki dukungan yang dapat memperkuat pembangunan daerah.
“Ada beberapa kementerian yang siap, bahkan langsung menyebutkan angka,” ungkapnya.
Ia menyebut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kesehatan sebagai beberapa instansi yang telah menunjukkan respons terhadap kebutuhan daerah. Namun, rincian nilai, bentuk dukungan, dan kepastian realisasinya masih perlu dikawal agar dapat memberikan manfaat nyata.
Bagi Berau, tantangan berikutnya ialah memastikan respons kementerian dapat ditindaklanjuti menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih, tekanan fiskal menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan dan mencari sumber dukungan pendanaan.
Sri Juniarsih berharap upaya yang dilakukan pemerintah daerah mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat tetap dapat diperjuangkan meski ruang fiskal daerah menghadapi tekanan.
Di sisi lain, ia menegaskan tetap memantau perkembangan di Berau meskipun harus menjalankan agenda di luar daerah. Koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah, menurutnya, tetap berjalan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan daerah terpantau.
“Saya tetap pantau dan berkoordinasi, meskipun sedang berada di luar kota,” tegasnya.
Ia memastikan agenda ke Jakarta tidak membuat perhatian terhadap kondisi daerah berkurang. Komunikasi dengan jajaran Pemkab Berau tetap dilakukan untuk mengawal berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan.
“Walaupun saya di luar kota, saya tetap pantau dan koordinasikan keadaan yang ada di Berau,” pungkasnya.
Editor: Erwin