Angka tersebut meningkat tajam dibanding sehari sebelumnya. Pada Sabtu (3/10/2026) pukul 17.00 WITA, ISPU masih berada di angka 271 atau kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini menunjukkan kualitas udara kembali memburuk di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kubar. Tingginya PM2.5 berarti konsentrasi partikel halus di udara berada pada tingkat yang perlu diwaspadai. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kubar, Barnabas, mengatakan kondisi udara seperti saat ini dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Sejumlah keluhan yang kerap ditemukan di antaranya batuk, pilek, sesak napas hingga mata perih.
“Di antaranya batuk, pilek, sesak napas, dan mata perih. Itu yang sering ditemukan,” ujar Barnabas kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, asap dari pembakaran dapat membawa berbagai zat dan partikel yang berbahaya apabila terhirup. Paparan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dampaknya juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang sudah memiliki penyakit tertentu. Paparan udara yang tercemar dapat memicu kekambuhan pada penderita asma dan memperburuk kondisi masyarakat dengan penyakit jantung maupun penyakit penyerta lainnya.
Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi asap sedang pekat. Perhatian lebih diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit jantung.
“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat, terutama bayi, balita, lanjut usia, serta orang-orang yang memiliki penyakit seperti asma dan jantung, agar tidak keluar rumah ketika kondisi asap sedang tebal seperti sekarang ini,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang memang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara tercemar.
Dengan ISPU yang kini berada pada level berbahaya, masyarakat diminta lebih membatasi aktivitas di luar ruangan dan memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mulai muncul keluhan seperti batuk, sesak napas atau iritasi pada mata.
Editor: Erwin