Sabtu, 02/12/2023

Setelah 12 Tahun jadi DPO, Direktur CV Rosatal Terpidana Korupsi Proyek di Berau Ditangkap di Jakarta

Sabtu, 02/12/2023

Ruben Tumade (tengah berkacamata) saat ditangkap Tim Intelijen di Jakarta malam kemarin. (ist)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Setelah 12 Tahun jadi DPO, Direktur CV Rosatal Terpidana Korupsi Proyek di Berau Ditangkap di Jakarta

Sabtu, 02/12/2023

logo

Ruben Tumade (tengah berkacamata) saat ditangkap Tim Intelijen di Jakarta malam kemarin. (ist)

Penulis : Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pelarian Ruben Tumade dari kejaran aparat hukum selama 12 tahun akhirnya terhenti Jumat (1/12/2023) malam kemarin.

Di Perumahan Cempaka Putih Tengah Nomor 27 D/2, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta pukul 19.30 WITA, Ruben berhasil diringkus oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dibantu oleh Jajaran Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat setelah sebelumnya pria tersebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus tindak pidana korupsi.

Pelaksana Harian Kejaksaan Negeri (Plh Kajari) Berau Lucky Kosasih Wijaya dalam rilis kepada media Sabtu (2/12/2023) sore tadi menjelaskan terkait penangkapan Ruben Tumade tersebut.

Ruben merupakan DPO atas kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan pemukiman transmigrasi pada Kegiatan Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi (P4T) di Desa Sukan Tengah SP3 dan SP4, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau Tahun 2006 namun tidak melaksanakan kegiatan pembuatan rumah transimigrasi, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp419.146.810 Juta.

"Ruben Tumade sudah dibawa dan dititipkan ke Rutan Cabang Salemba oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menunggu jaksa eksekutor dari Kejari Berau," kata Lucky.

Sebelumnya,  tanggal 22 Februari 2010 silam Pengadilan Negeri Tanjung Redeb menyatakan Ruben Tumade yang juga Direktur CV Rosatal terbukti secara sah melakukan tindak pidana  korupsi. 

Agusmia Wandi selaku karyawan CV Rosatal yang jadi pelaksana lapangan lebih dulu diadili dan karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah akhirnya dikenakan hukuman pidana penjara selama satu tahun denda Rp50 Juta.

Berselang dua hari setelah penetapan status Agusmia tersebut, tanggal 24 Februari 2010 Pengadilan Negeri Tanjung Redeb mengajukan kasasi dan menyatakan Ruben Tumade juga  bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi.

"Setelah putusan kasasi keluar dengan hukuman satu tahun enam bulan Ruben Tumade menghilang dan dilakukan pencarian sampai akhirnya ditemukan setelah menjadi DPO selama 12 tahun," papar  Lucky.

Ruben Tumade  dikenakan pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana sebagaimana dakwaan subsidair.

"Ruben dihukum satu tahun enam bulan dan denda Rp50 juta, juga diwajibkan mengganti uang kerugian negara masing-masing sebesar Rp268.959.768 Juta paling lama satu bulan," pungkas Lucky.


Editor: Aspian Nur

Setelah 12 Tahun jadi DPO, Direktur CV Rosatal Terpidana Korupsi Proyek di Berau Ditangkap di Jakarta

Sabtu, 02/12/2023

Ruben Tumade (tengah berkacamata) saat ditangkap Tim Intelijen di Jakarta malam kemarin. (ist)

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.