Inisiatif pembukaan tiga SPBU itu berasal dari Pertamina yang melihat antrean panjang di sejumlah lokasi pengisian BBM di Kota Beriman. Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai rencana tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari aspek kapasitas jalan dan keselamatan pengguna jalan.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, tiga lokasi yang direncanakan berada di Balikpapan Selatan, Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Lokasi tersebut meliputi kawasan Jalan MT Haryono di Balikpapan Selatan, SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat serta Teritip di Balikpapan Timur.
“Ini sebenarnya inisiatif dari Pertamina karena Pertamina melihat adanya antrean yang cukup panjang. Dalam rangka mengurai antrean panjang itulah Pertamina berinisiatif membuka tiga SPBU baru di Balikpapan,” kata Sudirman kepada Korankaltim.com Kamis (29/10/2026).
Penambahan titik pelayanan BBM bersubsidi diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan sehingga antrean tidak menumpuk di SPBU tertentu. Meski demikian, pemerintah tidak ingin solusi tersebut justru menimbulkan persoalan lalu lintas di kawasan lain. “Jangan sampai rencananya mengantisipasi kemacetan, tetapi malah meninggalkan masalah baru,” harap Sudirman.
Satu diantara lokasi yang menjadi perhatian berada di jalur dengan median pembatas dan kondisi jalan menurun. Apabila pelayanan diperluas untuk kendaraan roda empat, antrean berpotensi meluber hingga persimpangan dan lampu lalu lintas di sekitar Balikpapan Baru.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum perluasan layanan dilakukan. Sebab, antrean kendaraan yang mengular hingga persimpangan berpotensi mengganggu arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan guna mengevaluasi kelayakan lokasi. Kajian tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi, tetapi juga potensi bangkitan lalu lintas dan tingkat kerawanan di sekitar SPBU.
“Kami melihat jangan sampai ketika dibuka untuk yang subsidi itu bisa menyebabkan kemacetan sampai di simpang atau traffic light yang ada di sekitar Balikpapan Baru. Makanya tim yang datang akan mengevaluasi dulu, melihat secara komprehensif bangkitan maupun tingkat bahaya lalu lintas yang ada di lokasi,” ucapnya.
Saat ini satu diantara SPBU di kawasan tersebut telah melayani kendaraan roda dua. Pertamina berencana memperluas layanan agar kendaraan roda empat juga dapat mengakses BBM bersubsidi. Hanya saja rencana itu belum dapat dipastikan sebelum evaluasi dari Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan dan Dinas Perhubungan selesai.
“Yang sekarang ada sudah berlaku untuk roda dua. Rencananya mau dibuka untuk roda empat, cuma berdasarkan masukan dari Lantas maupun dari Dinas Perhubungan, kami masih melihat dari sisi lalu lintas,” jelas Sudirman.
Dua lokasi lainnya masih dalam proses. Sementara itu, evaluasi terhadap satu lokasi dilakukan lebih dahulu karena dinilai memiliki potensi persoalan lalu lintas yang perlu mendapat perhatian khusus.
Selain kelayakan lokasi, Pemkot juga menjelaskan rencana jam operasional tiga SPBU tersebut. Jika nantinya disetujui untuk melayani BBM bersubsidi, operasionalnya akan mengikuti jam kerja SPBU pada umumnya, yakni mulai pagi hingga malam hari. “Kalaupun yang tiga SPBU ini dibuka, dia mengikuti jam operasional SPBU. Artinya dari pagi sampai malam,” paparnya.
Pemkot berharap hasil evaluasi lintas instansi dapat memastikan rencana penambahan SPBU benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, antrean kendaraan dapat diurai tanpa mengorbankan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Editor: Aspian Nur
Inisiatif pembukaan tiga SPBU itu berasal dari Pertamina yang melihat antrean panjang di sejumlah lokasi pengisian BBM di Kota Beriman. Namun Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai rencana tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari aspek kapasitas jalan dan keselamatan pengguna jalan.
Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, tiga lokasi yang direncanakan berada di Balikpapan Selatan, Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Lokasi tersebut meliputi kawasan Jalan MT Haryono di Balikpapan Selatan, SPBU Kebun Sayur di Balikpapan Barat serta Teritip di Balikpapan Timur.
“Ini sebenarnya inisiatif dari Pertamina karena Pertamina melihat adanya antrean yang cukup panjang. Dalam rangka mengurai antrean panjang itulah Pertamina berinisiatif membuka tiga SPBU baru di Balikpapan,” kata Sudirman kepada Korankaltim.com Kamis (29/10/2026).
Penambahan titik pelayanan BBM bersubsidi diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan sehingga antrean tidak menumpuk di SPBU tertentu. Meski demikian, pemerintah tidak ingin solusi tersebut justru menimbulkan persoalan lalu lintas di kawasan lain. “Jangan sampai rencananya mengantisipasi kemacetan, tetapi malah meninggalkan masalah baru,” harap Sudirman.
Satu diantara lokasi yang menjadi perhatian berada di jalur dengan median pembatas dan kondisi jalan menurun. Apabila pelayanan diperluas untuk kendaraan roda empat, antrean berpotensi meluber hingga persimpangan dan lampu lalu lintas di sekitar Balikpapan Baru.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting sebelum perluasan layanan dilakukan. Sebab, antrean kendaraan yang mengular hingga persimpangan berpotensi mengganggu arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan guna mengevaluasi kelayakan lokasi. Kajian tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi, tetapi juga potensi bangkitan lalu lintas dan tingkat kerawanan di sekitar SPBU.
“Kami melihat jangan sampai ketika dibuka untuk yang subsidi itu bisa menyebabkan kemacetan sampai di simpang atau traffic light yang ada di sekitar Balikpapan Baru. Makanya tim yang datang akan mengevaluasi dulu, melihat secara komprehensif bangkitan maupun tingkat bahaya lalu lintas yang ada di lokasi,” ucapnya.