Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Sejumlah penumpang yang delay akibat kabut asap Karhutla memilih beristirahat di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Selasa, 22/09/2026

Sejumlah penumpang yang delay akibat kabut asap Karhutla memilih beristirahat di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Sebaran kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah pulau Kalimantan.
Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah VII mencatat, hingga kini ada 409 jadwal penerbangan di 18 bandara yang tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara mengalami gangguan operasional.
Data Kantor OBU Wilayah VII mencatat, lonjakan gangguan penerbangan pada periode 14 hingga 20 September 2026 tersebut meningkat tajam jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang hanya mencatat 159 penerbangan terdampak.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengungkapkan bahwa peningkatan gangguan penerbangan tersebut mencapai sekitar 157,2 persen atau bertambah hingga 250 penerbangan dalam sepekan.
“Kalau dari 14 sampai dengan 20 September 2026 ada kenaikan yang sangat signifikan, memang terjadi terhadap 409 penerbangan yang terdampak. Ini terlihat signifikan kenaikannya yaitu sekitar 250 penerbangan,” ujar Ferdinan, Selasa (22/9/2026).
Dari total 409 penerbangan yang terdampak, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay, meningkat dari pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 49 penerbangan atau naik sekitar 187,8 persen.
Selain itu, sebanyak 254 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda, naik 139,6 persen dibanding pekan sebelumnya yang mencatat 106 penerbangan.
Tidak hanya itu, sebanyak 14 penerbangan lainnya juga terpaksa dialihkan (divert) ke bandara alternatif lantaran kondisi jarak pandang di bandara tujuan tidak memenuhi standar keselamatan pendaratan.
Ferdinan memaparkan, dari tiga provinsi di bawah wilayah kerja Otban Wilayah VII, Provinsi Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya mengalami gangguan operasional cukup signifikan.
Sementara itu, di Kalimantan Timur, Bandara APT Pranoto Samarinda turut masuk dalam daftar wilayah yang terganggu. Sedikitnya 33 jadwal penerbangan di bandara tersebut terdampak kabut asap, yang terdiri atas 24 penerbangan mengalami keterlambatan, tujuh penerbangan dibatalkan, serta dua penerbangan dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Secara keseluruhan, gangguan tersebut meliputi 18 bandara yang terdiri atas delapan bandara di Kalimantan Tengah, lima bandara di Kalimantan Timur, dan lima bandara di Kalimantan Utara.
Penurunan jarak pandang di kawasan landasan pacu (runway) yang berkisar antara 50 hingga 500 meter menjadi faktor utama penyesuaian jadwal demi mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
Menanggapi situasi ini, Otban Wilayah VII mengimbau para calon penumpang yang perjalanannya terdampak agar segera melakukan penjadwalan ulang (reschedule) dengan menyesuaikan kondisi operasional bandara.
Pihak maskapai juga diminta untuk memberikan kemudahan pelayanan, termasuk pengembalian dana penuh (full refund) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 22/09/2026
Sejumlah penumpang yang delay akibat kabut asap Karhutla memilih beristirahat di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER