Jumat, 11/09/2026

Munas XVII ISKA di Balikpapan, Bagus Susetyo: Warga Harus Jadi Aktor Pembangunan IKN

Jumat, 11/09/2026

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Munas XVII ISKA di Balikpapan, Bagus Susetyo: Warga Harus Jadi Aktor Pembangunan IKN

Jumat, 11/09/2026

logo

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XVII di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026). 

Forum empat tahunan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kepengurusan sekaligus merumuskan arah organisasi untuk empat tahun ke depan.

Ketua Umum Presidium Pusat ISKA, Luky Yusgiantoro, mengatakan Munas merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar setiap empat tahun. Munas sebelumnya berlangsung di Bali pada 2022.

“Agendanya membahas langkah-langkah ke depan, termasuk AD/ART, garis-garis kegiatan, dan bagaimana organisasi diarahkan ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ISKA saat ini memiliki lebih dari 25 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan lebih dari 150 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di Indonesia.

Dalam Munas XVII, salah satu agenda penting adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2026. 

Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan langkah dan program organisasi untuk periode berikutnya.

Selain membahas arah organisasi, Munas juga akan memilih Ketua Umum ISKA untuk masa kepengurusan empat tahun mendatang. Luky menyebut tema keadilan dan kesejahteraan menjadi salah satu isu yang diharapkan mewarnai kepengurusan berikutnya.

“Ini tergantung dari kepengurusan selanjutnya. Di akhir kegiatan juga akan ada keputusan siapa ketua umum empat tahun ke depan. Salah satu yang kita angkat adalah terkait dengan keadilan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Munas XVII ISKA mengatakan proses pemilihan ketua umum akan mengutamakan mekanisme musyawarah mufakat.

Menurutnya, setiap delegasi dari daerah tetap memiliki kesempatan mengusulkan calon. Namun, proses pemilihannya diarahkan untuk terlebih dahulu mencapai kesepakatan bersama melalui musyawarah.

“Model yang kita bangun yang pertama memang musyawarah mufakat. Kalau bisa dilakukan musyawarah, ya selesai,” katanya.

Ia menyebut mekanisme tersebut bukan hal baru dalam organisasi. Musyawarah mufakat selama ini menjadi pendekatan yang lebih banyak digunakan dalam berbagai proses pengambilan keputusan di ISKA.

“Namanya juga Musyawarah Nasional. Usahakan musyawarah dulu yang paling pertama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menambahkan, pihaknya mengapresiasi dipilihnya Kota Balikpapan  sebagai lokasi penyelanggara Munas XVII ISKA. 

Bagus menilai tema “Keadilan dan Kesejahteraan” relevan dengan tantangan pembangunan, khususnya di Kalimantan Timur seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan harus menjadi bagian penting dari pembangunan.

“Kita semua menyadari bahwa pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan tegaknya keadilan sosial dan terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan Pemkot Balikpapan menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama kebijakan daerah dalam menghadapi perubahan dan perkembangan kawasan IKN.

Sejumlah kebijakan diarahkan pada perluasan akses pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi keahlian, penguatan literasi digital, serta pemenuhan layanan kesehatan.

Bagus menegaskan masyarakat Balikpapan harus menjadi bagian aktif dari pembangunan yang berlangsung di kawasan IKN dan sekitarnya.

“Keadilan dan kesejahteraan sejati hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat kami tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang kompeten dalam roda pembangunan nasional ini,” paparnya.

Ia berharap ISKA sebagai wadah kaum intelektual Katolik dapat memberikan gagasan strategis dan solutif dalam mendukung pembangunan nasional.

“Pemikiran-pemikiran cerdas, strategis, dan solutif dari para sarjana sangat kami butuhkan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan metode-metode terbaik guna akselerasi mutu SDM kita ke depan,” katanya.

Selain mengikuti agenda persidangan, peserta Munas XVII ISKA dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke kawasan IKN pada Sabtu (12/9/2026). 

Kunjungan tersebut diharapkan memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan IKN sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

Bagus menekankan karakter Balikpapan sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang. Ia menyebut terdapat 131 etnis dan paguyuban yang tercatat di Forum Paguyuban Kota Balikpapan.

Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi modal sosial dalam menjaga toleransi dan kondusivitas kota.

“Munas XVII ISKA diharapkan menghasilkan keputusan strategis, program kerja yang aplikatif, serta kepemimpinan baru yang mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Munas XVII ISKA di Balikpapan, Bagus Susetyo: Warga Harus Jadi Aktor Pembangunan IKN

Jumat, 11/09/2026

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo memberikan sambutan dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026). (Foto: La Eko/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait