Kamis, 10/09/2026
Kamis, 10/09/2026
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat memberikan penghargaan dalam rangkaian PN Fest 2026 di BSCC Dome, Kamis (10/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
Kamis, 10/09/2026

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat memberikan penghargaan dalam rangkaian PN Fest 2026 di BSCC Dome, Kamis (10/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN — Perkembangan teknologi digital membuat persoalan literasi masyarakat semakin kompleks. Kemampuan membaca dan menulis kini tidak lagi cukup, karena masyarakat juga dituntut mampu memahami serta menggunakan teknologi secara tepat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan perubahan tersebut harus diikuti dengan perluasan akses pendidikan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal oleh perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Rahmad saat menghadiri puncak peringatan Hari Aksara Internasional 2026 yang dirangkai dengan Festival Pendidikan Nonformal (PN Fest) 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kamis (10/9/2026). “Tantangan buta aksara tidak lagi sekadar ketidakmampuan membaca teks cetak, melainkan juga tantangan buta literasi digital,” kata Rahmad.
Konsep pendidikan tanpa batas diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pendidikan harus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi fondasi dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter.
Kebutuhan terhadap SDM berkualitas dinilai semakin mendesak karena Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga sekaligus beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
Posisi tersebut menuntut Balikpapan terus meningkatkan kualitas masyarakat agar mampu bersaing di tengah perubahan dan perkembangan kawasan IKN. “Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara dituntut untuk terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan tentunya berkarakter di era digitalisasi,” jelasnya.
Pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang menjadi perhatian utama Pemkot Balikpapan. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang semakin terjangkau.
Akses pendidikan gratis di Kalimantan Timur diharapkan dapat diperluas hingga jenjang perguruan tinggi, bahkan strata tiga (S3). “Seluruh pendidikan mulai dari PAUD, TK sampai dengan SMA, bahkan dengan S3 nanti, seluruh warga Kalimantan Timur mendapatkan pendidikan yang gratis. Nah, itu harapan kami,” ucapnya.
Pemkot Balikpapan akan mendukung program pendidikan gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Di sisi lain, pendidikan nonformal dinilai memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan kesempatan belajar. Jalur ini tidak semestinya dipandang sebelah mata karena memberikan peluang bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan dan berkembang di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, rangkaian peringatan Hari Aksara Internasional 2026 melibatkan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Balikpapan. Berbagai perlombaan dan kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari SPNF dan PKBM. “Kegiatan ini adalah kegiatan murni berasal dari seluruh SPNF dan PKBM Kota Balikpapan,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bukti kekompakan para pengelola pendidikan nonformal. Apalagi, kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan swakelola di tengah kondisi keuangan daerah yang menghadapi tekanan akibat berkurangnya transfer ke daerah.
“Dengan semangat, dengan dana sendiri dari masing-masing bisa melaksanakan kegiatan yang luar biasa. Itu adalah tanda bahwa kalian semua SPNF dan PKBM se-Kota Balikpapan kompak,” papar Irfan
Irfan memastikan kondisi fiskal daerah tidak menghilangkan komitmen Pemkot Balikpapan terhadap sektor pendidikan. Sejumlah program prioritas tetap berjalan, termasuk pemberian seragam bagi siswa, bantuan SPP gratis, serta dukungan terhadap guru dan tenaga kependidikan. “Hak anak-anak kita untuk mendapatkan seragam masih terus dilaksanakan. Hak anak-anak kita untuk mendapatkan dana SPP gratis, juga masih tetap disediakan,” jelas Irfan.
Selain itu, gaji dan tunjangan tambahan penghasilan guru juga tetap dialokasikan pada 2026. “Gaji-gaji guru, tamsil guru, masih tetap semua ada dan aman untuk di tahun 2026 ini,” ujarnya.
Irfan meminta para guru dan tenaga kependidikan tidak khawatir terhadap keberlanjutan program pendidikan di Balikpapan. Kepada peserta didik yang menempuh pendidikan melalui SPNF maupun PKBM, ia berpesan agar tidak merasa minder.
Jalur pendidikan nonformal tetap memberikan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan maupun meraih posisi penting di masyarakat. Ia mencontohkan Wakil Bupati Kutai Kartanegara yang disebutnya pernah menjadi siswa di SKB Balikpapan Timur. “Jangan pernah pesimis karena anak-anakku berada di SPNF dan berada di satuan pendidikan berbasis masyarakat PKBM,” pungkas Irfan.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 10/09/2026
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat memberikan penghargaan dalam rangkaian PN Fest 2026 di BSCC Dome, Kamis (10/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
TERPOPULER