Senin, 07/09/2026
Senin, 07/09/2026
Direktur Teknik PTMB M. Kohirudin dalam jumpa pers di Lobby Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
Senin, 07/09/2026

Direktur Teknik PTMB M. Kohirudin dalam jumpa pers di Lobby Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mengurangi pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip sejak 1 September 2026 lalu.
Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda menyusul kondisi kemarau dan El Nino.
Direktur Teknik PTMB M Kohiruddin mengatakan, pengurangan pengambilan air baku dari kedua waduk mencapai sekitar 360 liter per detik. “Di Waduk Manggar awalnya kami boleh mengambil 1.150 liter per detik, namun per 1 September harus turun menjadi 900 liter per detik. Jadi berkurang sekitar 250 liter per detik,” kata Kohiruddin dalam jumpa pers di Lobby Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026).
Sementara dari Waduk Teritip, pengambilan air baku yang sebelumnya mencapai 220 liter per detik kini dibatasi menjadi 110 liter per detik. “Kalau diakumulasi dari dua sumber air baku tersebut, sekitar 360 liter per detik,” jelasnya.
Penurunan pasokan air baku tersebut berdampak langsung terhadap jam pelayanan air bersih PTMB. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis perusahaan, sekitar 38 ribu sambungan rumah berpotensi mengalami pengurangan jam layanan. Kondisi tersebut bukan berarti pelanggan tidak mendapatkan air sama sekali. Namun, durasi aliran air yang sebelumnya dapat mencapai 24 jam bisa berkurang. “Ini bukan berarti mati sama sekali, tetapi jam pelayanannya berkurang. Yang mungkin awalnya bisa 24 jam, bisa turun menjadi kurang dari 24 jam,” sebut Kohiruddin lagi.
PTMB mengimbau masyarakat tidak panik dan mulai menyiapkan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama terjadi pengurangan jam layanan.
Kohiruddin menyarankan masyarakat menyiapkan tampungan secukupnya untuk kebutuhan beberapa hari. Air dapat ditampung ketika aliran kembali tersedia. “Jangan panik. Kami juga berusaha terus membagi air dengan merata,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi gangguan pelayanan, PTMB juga menyiapkan tiga terminal tangki air yang tersebar di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara. Terminal tangki di Balikpapan Selatan yang berada di Jalan MT Haryono, tepat di depan kantor Disdukcapil, menjadi salah satu titik yang akan dimaksimalkan. Fasilitas tersebut akan mendukung pelayanan untuk wilayah Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur.
Sementara terminal tangki di Balikpapan Utara akan melayani sebagian besar wilayah Balikpapan Utara serta membantu kebutuhan di Balikpapan Tengah. Adapun terminal di Balikpapan Barat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. “Dengan turunnya 50 persen kapasitas di Timur, daerah Timur ini menjadi krusial. Kami akan konsen untuk mengembangkan atau memaksimalkan terminal tangki yang ada di Balikpapan Selatan,” ungkapnya.
Masyarakat yang membutuhkan layanan air tangki dapat mengaksesnya melalui saluran komunikasi resmi yang disediakan PTMB. Langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih di tengah menurunnya ketersediaan air baku.
PTMB juga meminta masyarakat menggunakan air secara bijaksana. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rapat terakhir, kondisi kemarau yang disertai El Nino diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
“Kami harapkan bisa menjaga konsumsi air, jangan terlalu berlebihan. Bijaksana menggunakan air sehingga sampai Oktober nanti kita masih punya air yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga,” ucap Kohiruddin lagi.
Selain langkah teknis, PTMB saat ini juga menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Wali Kota Balikpapan. Surat tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi risiko dan memungkinkan penanganan gangguan pelayanan dilakukan secara lebih masif dengan dukungan Pemerintah Kota Balikpapan. “Kami per hari ini menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Pak Wali, sehingga kami bisa melakukan mitigasi risiko yang lebih masif lagi dengan dibantu surat dari pemerintah kota,” pungkasnya.
Senin, 07/09/2026
Direktur Teknik PTMB M. Kohirudin dalam jumpa pers di Lobby Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026). (La Eko-Korankaltim)
TERPOPULER