Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan Mokhlis Hasan menjelaskan, almarhum mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit resiko tingga (riste) yakni darah tinggi atau hipertensi setibanya di Tanah Suci.
"Yang bersangkutan hipertensi, sempat mendapatkan perawatan di sana sebelum menghenbuskan nafas terakhir," kata Mokhlis kepada Korankaltim Senin (11/4/2026) hari ini.
Sebelum wafat almarhum terpantau masih bugar dan sempat mengikuti agenda yang difasilitasi bagi para jemaah di Madinah yakni city tour atau ziarah mengelilingi kota dimana setiap jemaah memang diberikan jatah satu kali untuk mengikutinya. "Berdasarkan informasi yang kami dapat beliau sempat ikut tur," jelas Mokhlis lagi.
Sesuai regulasi yang berlaku, jenazah jemaah yang wafat di Arab Saudi tidak akan dipulangkan ke Tanah Air. Almarhum Indarjaya telah dimakamkan di Madinah dengan pendampingan petugas dan pihak keluarga pun sudah diberikan informasi resmi.
Selain kabar duka tersebut masih ada satu jemaah dari Kloter 2 yakni jemaah asal Balikpapan yang terpaksa tertahan di Madinah, belum bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah bersama rombongannya karena masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.
"Sampai saat ini kami masih mencoba menkonfirmasi terkait penyakitnya, termasuk data lengkapnya. yang bersangkutan saat ini masih dalam perawatan," papar Mokhlis.
Editor: Aspian Nur