Berdasarkan data jadwal pemberangkatan, Kota Tepian mendominasi kuota provinsi dengan total 1.025 jemaah. Jumlah tersebut menempatkan Samarinda di peringkat pertama se-Kaltim.
Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan, Mochlis Hasan, mengatakan ribuan jemaah asal Samarinda tersebut terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Setelah kloter 1 sukses diberangkatkan, jemaah Samarinda lainnya akan menyusul di kloter 4 (356 orang), kloter 16 (198 orang), kloter 8 (80 orang), dan kloter 17 (35 orang).
“Samarinda memang menjadi fokus utama karena jumlahnya yang masif. Pengaturannya harus sangat detail agar proses masuk asrama hingga keberangkatan berjalan tertib,” ungkapnya, Selasa (28/4/2026).
Lanjutnya, untuk urutan kedua adalah Kota Balikpapan dengan total 681 jemaah. Berbeda dengan Samarinda, jemaah asal Kota Beriman ini tersebar di empat kloter, dengan Kloter 2 sebagai rombongan terbesar (356 orang) yang saat ini telah memasuki asrama.
“Sisa jemaah Balikpapan lainnya terjadwal di Kloter 15 (241 orang), Kloter 17 (55 orang), dan Kloter 13 (29 orang),” paparnya.
Selain Samarinda dan Balikpapan, untuk daerah lain yang masuk dalam Embarkasi Haji Balikpapan yakni dari Kabupaten Paser sebanyak 545 jemaah yang tersebar di kloter 3, kloter 14, dan kloter 16. Kemudian Kutai Kartanegara 266 orang, Berau 215 orang, Kutai Timur 171 orang, Penajam Paser Utara atau PPU 148 orang, Bontang 112 orang, dan Kutai Barat 4 orang.
Secara keseluruhan, total jemaah asal Bumi Etam mencapai 3.167 orang. Namun, Mochlis mengingatkan, Embarkasi Balikpapan juga melayani jemaah dari luar Kaltim, yakni dari Sulawesi Tengah 1.751 orang, Kalimantan Utara 493 orang, dan Sulawesi Utara 390 orang.
“Secara total ada 17 kloter yang kami layani tahun ini dengan jumlah keseluruhan 5.859 orang,” tambahnya.
Mochlis memastikan setiap jemaah mendapatkan fasilitas terbaik, termasuk penggunaan garbarata alias jembatan penghubung terminal ke pintu pesawat di bandara yang dilengkapi lift dan eskalator untuk memudahkan mobilitas jemaah lanjut usia dan disabilitas.
“Evaluasi keberangkatan kloter 1 menunjukkan hasil yang sangat positif dengan sistem baru ini. Kami optimis kloter 2 dan kloter-kloter selanjutnya akan lebih lancar,” pungkasnya.
Editor: Erwin