Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Korban pulang, Minggu (15/2/2026) sore menjelang Magrib, dibawa menggunakan kendaraan daring ke Kampung Pinisi. Pantauan media, perban terlihat menyelimuti bagian wajah hingga kaki korban.
Kakak kandung korban, Salman, mengatakan keluarga mengetahui peristiwa itu setelah menerima kabar melalui telepon untuk segera datang ke rumah sakit. “Dibilang adek disiram air panas sama ibu angkatnya,” ujarnya.
Dari pengakuan korban kepada keluarga, air panas yang telah dimasak hingga mendidih disiramkan karena pelaku merasa pijatan yang diberikan korban tidak cukup kuat. Selain luka bakar, keluarga juga menemukan luka memar di sejumlah bagian tubuh serta bekas pukulan di kepala.
Korban diketahui telah diasuh pelaku sejak bayi, sekitar tahun 2004, karena memiliki riwayat penyakit semasa kecil. Meski tidak memiliki hubungan darah, keluarga mengaku telah menganggap pelaku sebagai bagian dari keluarga karena merawat korban hingga dewasa.
Salman menyebut pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut pada hari yang sama ke polisi dan berharap proses hukum berjalan cepat. Siang tadi, sejumlah saksi juga menjalani pemeriksaan di Polresta Balikpapan.
Sementara itu, Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Sukaca Bayu Sakti, membenarkan laporan telah diterima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman.
“Kami dari Polresta Balikpapan, khususnya Unit PPA, telah menerima laporan tersebut. Kami sedang mendalami seluruh keterangan saksi-saksi di sekitar TKP serta mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kejadian itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, sedikitnya lima saksi telah diperiksa dan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Sejumlah barang bukti juga telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
“Untuk detail barang bukti nanti akan disampaikan saat rilis resmi oleh pimpinan. Sementara terlapor masih dalam tahap pemeriksaan dan pendalaman,” jelasnya.
Polisi memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan lebih lanjut kepada media.
Editor: Erwin