Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono menyampaikan, pihaknya menerima laporan permintaan bantuan dari masyarakat sekitar pukul 07.00 WITA, tak lama setelah kapal sandar.
“Kami menerima informasi adanya kapal miring dan dugaan penumpang terjepit di dalam kendaraan kecil. Setelah itu kami langsung mengirim personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan, Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang, Basarnas, serta stakeholder pelabuhan,” ujar Topan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung memprioritaskan evakuasi korban luka, baik luka ringan maupun luka berat. Total terdapat empat orang korban luka yang telah dievakuasi dan dirujuk ke RS Bhayangkara Balikpapan.
Sementara itu, satu orang penumpang diduga meninggal dunia dan hingga kini belum dapat dievakuasi karena posisinya terjepit di tengah kendaraan kecil di dalam kapal. “Dari pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan. Namun korban belum bisa dievakuasi karena kondisinya terjepit dan berada di posisi berisiko,” jelas Topan.
Untuk mencegah risiko lanjutan, petugas gabungan dari TNI AL, Polri, Pelindo, KSOP, dan unsur pelabuhan lainnya terlebih dahulu mensterilkan area. Langkah selanjutnya adalah mengeluarkan kendaraan satu per satu dari dalam kapal guna mengurangi beban agar kemiringan tidak bertambah parah.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang AKP Hari Purnomo menegaskan bahwa saat ini fokus utama masih pada penanganan korban dan pengamanan lokasi.
“Penyebab kejadian masih akan kami selidiki. Untuk sementara kapal belum diputuskan apakah ditahan atau tidak. Kami lihat perkembangan situasi di lapangan terlebih dahulu,” ujarnya.
Dari keterangan dr Sembiring dari Balai Karantina, tiga korban yang dirujuk ke RS Bhayangkara mengalami fraktur, sementara satu korban lain masih dalam proses evakuasi dan diduga meninggal dunia.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pengecekan menyeluruh di dalam kapal untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak.
Editor Aspian Nur