Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, menyebut laporan awal diterima pada pukul 18.07 Wita dari seorang Babinsa setempat. Tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 18.52 Wita.
“Setelah menerima laporan, tim rescue segera bergerak dan melakukan penyisiran di beberapa titik waduk,” ujar Dody kepada Korankaltim.com.
Dalam operasi tersebut, tim membawa sejumlah peralatan pendukung, termasuk satu unit rescue car, perahu karet Basarnas (rubber boat), perlengkapan sar air, peralatan medis, serta alat penyelaman untuk mendukung pencarian di kedalaman waduk.
Berdasarkan data resmi Basarnas, keseluruhan korban berjumlah enam orang, terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, masing-masing berinisial Ade (6), Faiz (7), Afa (9), Fais (10), Tika (8) dan Zaira (5). Seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari informasi yang beredar, dua korban terlebih dahulu ditemukan oleh warga, dan empat korban lainnya menyusul, hingga pukul 21.00 Wita korban dinyatakan lengkap.
Setelah ditemukan, jenazah para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk proses visum.
Dokter ahli forensik Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, mengonfirmasi bahwa proses visum sedang berlangsung.
“Visum terhadap keenam korban sedang berjalan, dan nanti akan kami informasikan hasilnya secara resmi kepada keluarga,” ujarnya dalam pesan singkat.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui penyebab pasti dari kejadian tersebut, serta apakah mereka satu keluarga atau hanya rekan.
Editor: Erwin