Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Respons Bencana Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WITA ketika korban bersama tiga rekannya menaiki perahu kelotok dari Kampung Baru Ujung menuju Kariangau.
“Dalam perjalanan, korban diduga melompat ke sungai dengan maksud berenang. Tak lama kemudian, ia tidak muncul kembali ke permukaan air,” jelas Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai.
Tim gabungan dari Basarnas Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan, aparat setempat, serta Tim Respons Bencana Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim pun langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Pencarian dilakukan dengan menyisir perairan menggunakan perahu karet dan penerangan tambahan, mengingat kondisi malam hari yang minim cahaya.
“Tim bekerja hingga larut malam, jika tidak ditemukan kembali melanjutkan operasi pada Kamis pagi,” ungkapnya.
Andy Rifai menegaskan, pihaknya menurunkan Tim Respons Bencana Batalyon C Pelopor guna mendukung penuh proses pencarian bersama tim SAR gabungan.
“Kondisi di lapangan cukup menantang karena arus dan minimnya pencahayaan, namun kami tetap berupaya maksimal,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama malam hari. Keselamatan harus menjadi prioritas.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah grup WhatsApp kebencanaan Kota Balikpapan, korban dilaporkan telah ditemukan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, masih menunggu konfirmasi resmi dari Basarnas Balikpapan terkait informasi tersebut.
Editor: Erwin