Maulana, pekerja warung makan Ayam Geprek Presiden yang berada di kawasan tersebut, mengaku omzet usahanya menurun drastis sejak proyek dimulai.
“Biasanya sehari bisa dapat enam juta, sekarang hanya sekitar dua juta bahkan kadang sejuta. Debunya banyak, suara bising juga mengganggu pelanggan,” kata Maulana kepada Korankaltim.com Kamis (25/9/2025).
Maulana berharap pekerjaan bisa cepat selesai agar kondisi usaha kembali normal karena dirinya mendapat informasi proyek ditargetkan rampung akhir 2025 atau awal 2026.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (SDA DPU) Balikpapan Jen Supriyanto menyebut progres fisik proyek hingga pertengahan September 2025 sudah mencapai 41,83 persen. Meski ada deviasi sekitar 3 persen dari jadwal, hal itu dinilai masih dalam batas wajar.
“Kontrak berakhir 31 Desember 2025. Kami optimis semua bisa selesai tepat waktu, bahkan memungkinkan lebih cepat,” ujar Jen.
Selain pekerjaan fisik, pengadaan material seperti manhole, tali air dan lampu juga sudah mencapai 15 persen. Di lapangan terdapat sejumlah hambatan nonteknis, seperti keberadaan ATM, gardu listrik PLN dan pipa PDAM yang belum bisa dipindahkan. Kondisi itu membuat pekerjaan harus dilakukan secara bertahap di titik-titik berbeda. “Pekerjaan dilakukan loncat-loncat agar tetap menjaga akses warga dan aktivitas sekitar,” jelas Jen.
Proyek drainase sepanjang 475 meter ini tidak hanya memperbaiki saluran air, tetapi juga mencakup penataan trotoar, lampu jalan, serta fasilitas pendukung lainnya. Pekerjaan dimulai dari turunan lampu merah Gunung Pasir hingga depan Ruko Komputer, dengan saluran pembuangan menuju Landasan Kecil.
Setiap masukan dari pimpinan dan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar proyek berjalan sesuai spesifikasi. “Monitoring dari pimpinan menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pekerjaan. Proyek ini masih berjalan dan terbuka untuk penyempurnaan,” sebutnya
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPU Balikpapan Faridah menambahkan, ada 27 pekerja di lapangan. Jumlah tenaga kerja akan terus dievaluasi setiap pekan.
Target mingguan proyek ditetapkan sebesar 5 persen. Kalau realisasi di bawah angka itu, percepatan akan dilakukan. “Kalau progres belum sesuai target mingguan, rekanan wajib menambah pekerja. Tapi percepatan itu tidak hanya soal tenaga, melainkan juga ketersediaan material,” tutupnya
Editor: Aspian Nur