Sebelumnya mereka mengikuti prosesi pelepasan oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud dalam Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC) pada pukul 07.00 WITA .
Selama masa karantina sementara, para jemaah akan kembali menjalani pemeriksaan kesehataan dalam asrama.
Sesuai jadwal, jemaah akan terbang menuju Tanah Suci pada Selasa (6/5/2025) dini hari nanti, sekira pukul 04.00 WITA.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Masrivani berpesan kepada seluruh jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, cuaca cukup panas. Lebih 40 derajat," kata Masrivani kepada Korankaltim.com.
Jemaah diminta tidak memaksakan untuk melaksanakan ibadah sunah setibanya di Tanah Suci, diantaranya adalah salat sunah Arbain apalagi karena belum memasuki musim haji.
"Kami sudah edukasikan ke seluruh jemaah," ujar Masrivani lagi.
Ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan mental, tetapi fisik jemaah juga harus terjaga. "Untuk itu, jemaah kami minta menjaga istirahat setibanya di Madinah," ujarnya.
Satu jemaah yang harus tertunda keberangkatan karena mengidap penyakit cacar. Nantinya jemaah tersebut akan berangkat dengan kloter enam atau kloter 15 bersama dengan jemaah dari Balikpapan yang lain.
"Terpaksa kami tanazul (tunda) dulu, karena cacar adalah penyakit yang menular. Tetap kami berangkatkan ketika kondisi jemaah sudah sehat. Nanti jemaah itu kembali bergabung dengan kloter satu ketika sudah tiba di Tanah Suci," tutup Masrivani.
Editor Aspian Nur