Peristiwa itulah yang menimpa Juwita, seorang wanita berusia 25 tahun yang kesehariannya berprofesi sebagai wartawan media online di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Juwita ditemukan terkapar tak bernyawa di jalan arah ke Desa Kiram, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalsel. Awalnya saat ditemukan wanita berhijat tersebut yang masih mengenakan helm mengendarai motor matic hitam berplat DA 6913 LCS diduga mengalami kecelakaan tunggal sehingga meninggal dunia. Motornya ditemukan tak jauh dari posisi Juwita terkapar.
Belakangan diketahui kalau ternyata Juwita tewas dibunuh seseorang yang dari hasil penyelidikan merupakan oknum anggota TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Kalimantan Timur. Kasus ini pun langsung diselidiki secara mendalam oleh pihak berwenang.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan Mayor Laut (PM) Ronald Ganap, memberikan penjelasan dalam konferensi pers kepada media dan memastikan terduga pelaku adalah seorang anggota Lanal Balikpapan dengan inisial J yang menjabat sebagai Kelasi Satu berusia 23 tahun.
"Memang benar ada dugaan keterlibatan oknum anggota Lanal Balikpapan berinisial J dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 22 Maret 2025, di Banjarbaru yang menewaskan saudari Juwita," kata Ronald.
Saat ini, penyidik tengah menggali lebih dalam mengenai kronologi kejadian, meskipun peristiwa tersebut terjadi di luar wilayah hukum Lanal Balikpapan.
Ronald memastikan terduga pelaku kini telah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Balikpapan dan akan menjalani proses hukum secara transparan. "Kami mohon kepada rekan-rekan media untuk bersabar menunggu perkembangan penyidikan ini. Terduga sudah diamankan dan proses penyelidikan masih berjalan dengan intensif. Kami tegaskan proses hukum akan kami jalankan secara transparan sesuai dengan prosedur yang ada," ucapnya.
Tersangka, Kelasi Satu J, diketahui baru sekitar satu bulan bertugas di Lanal Balikpapan dan telah bergabung dengan TNI AL selama hampir empat tahun. Pihak penyidik juga tengah menyelidiki alasan keberadaan J di Banjarbaru, apakah terkait tugas dinas atau merupakan perjalanan pribadi.
Saat ditanya mengenai hubungan antara tersangka dan korban serta motif pembunuhan, Ronald menjelaskan hal tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
"Hubungan antara korban dan tersangka serta motif dari pembunuhan ini masih terus kami selidiki. Kami memohon agar media bersabar, dan akan segera kami informasikan perkembangan lebih lanjut," papar Ronald.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, TNI AL juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa tidak ada usaha untuk menutupi kasus ini.
"Atas nama TNI Angkatan Laut, kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kami memohon maaf atas kejadian ini dan memastikan bahwa jika terbukti bersalah, tersangka akan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Editor: Aspian Nur