Rekonstruksi berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP yaitu di outlet makanan Metsu Jalan Indrakila RT 31, Kampung Timur, Balikpapan Utara Senin (3/1/2025) pagi tadi pukul 10.00 WITA.
Kericuhan pecah saat pelaku yaitu MRS hendak dibawa kembali ke naik mobil. Tepat di tepi jalan, lima keluarga almarhumah RA yang meninggal dunia karena ulah dari MRS, menyerang pemuda berusia 21 tahun itu usai reka adegan berlangsung. Meski dalam pengawalan polisi, namun kelima keluarga RA yang terbawa emosi melihat keberadaan MRS di TKP tetap nekat menyerang dan memukul pemuda tersebut. Imbasnya kelima pelaku penyerangan pun diangkut ke Polsek Balikpapan Utara. Ibu almarhumah juga terlihat hadir di lokasi dan sempat berteriak histeris karena tak kuasa menahan kesedihan atas kejadian yang menimpa anak gadisnya.
Pengacara MRS Yohanes Maroko yang ada di Polsek Balikpapan Utara menjelaskan alasan keluarga almarhuham melakukan penyerangan tersebut, "Kemungkinan penyerangan ini terjadi karena keluarga korban keberatan dengan aksi yang dilakukan tersangka karena keluarga mereka meninggal dunia," ujar Yohanes kepada Korankaltim.com saat ditemui usai rekonstruksi.
Adapun rekonstruksi sendiri yang seharusnya 55 adegan dipersingkat jadi 33 adegan. "Total ada 33 adegan, harusnya ada 55, tapi kami minimalkan. Alasannya, pertama kami melihat perbuatan tersangka, kedua melihat saksi-saksi yang pertama kali menemukan korban dan yang ketiga karena situasi sudah tidak kondusif, sehingga tadi terjadi kericuhan," jelas Kasubsi Pra Penunjukan pada bidang Pidum dari Kejaksaan Negeri Balikpapan, Septiawan Ridho Permadi. Septiawan kepada media ini.
Pembunuhan terjadi pada adegan ke-10. "Pembunuhan, ada pada adegan ke-10 sampai adegan ke-20," ungkapnya. Dalam rekonstruksi diketahui RA yang berusia 19 tahun dihempaskan ke lantai dan sempat melakukan perlawanan dengan mencoba memukul MRS, "RA melakukan perlawanan, tetapi ditangkis MRS lalu tangannya ditarik ke belakang sehingga seperti posisi merangkak. Karena posisinya sudah begitu, MRS langsung beralih ke posisi belakang RA kemudian mencekik lehernya hingga kehabisan napas dan meninggal dunia," paparnya.
Diketahui kasus pembunuhan terhadap RA terjadi di sebuah kafe di Jalan Indrakila hari Selasa, 24 Desember 2024 malam hari. Motif pembunuhan karena MRS tersinggung dengan perkataan RA saat menyuruh RA mencuci tempat makanan. Diungkapkan MRS, dirinya emosi karena RA sempat melontarkan kata-kata tak pantas saat hendak mencuci tempat makanan sampai akhirnya RA meregang nyawa karena dicekik MRS.
Editor: Aspian Nur