Kasat Polair Polresta Balikpapan, AKP Gindo Panjaitan menjelaskan, kapal tersebut sebelumnya melintas dari Tanjung Batu, menuju Balikpapan mengambil muatan pipa dengan total berat 200 ton.
Kapal kemudian kembali bergerak dari Balikpapan hendak menuju Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Saat melintas di Teluk Balikpapan, kapal LCT terhantam ombak yang menyebabkan tali pengikat muatan terputus.
Kondisi itu pun menyebabkan kapal terbawa arus hingga kandas hanya 10 meter dari bibir pantai.
"Begitu kami menerima informasi dari masyarakat dan grup info bencana, kami langsung ke lokasi dan memastikan bahwa LCT Hamota memang kandas di pesisir Pantai Kilang Mandiri," kata Gindo Panjaitan.
Muatan pipa kapal tersebut dilaporkan masih berada di dalam LCT, namun sebagian besar sudah berhamburan di deck karena terlepas dari tali pengikat.
Tim Satpolair bersama BPBD telah berkoordinasi dengan kapten dan agen kapal untuk mengambil langkah selanjutnya, terutama jika kondisi air pasang memungkinkan kapal bisa ditarik dari pantai tanpa mengganggu aktivitas wisatawan di Pantai Kilang Mandiri. Kapal ini diawaki oleh lima orang anak buah kapal (ABK), dan sejauh ini kondisi mereka dinyatakan aman.
"ABK masih berada di atas kapal, dan kami sudah sampaikan kepada mereka bahwa jika situasi tidak memungkinkan, mereka harus segera menyelamatkan diri ke pantai," tegas Gindo Panjaitan.
Beberapa jam bertahan di atas kapal, kapten kapal Imran, bersama lima ABK nya pun memutuskan turun dari LCT Hamota. Ia mengungkapkan, ombak yang cukup tinggi membuat kapal terbawa arus ke bibir pantai.
"Yang pertama itu masih aman, pas hantaman kedua, tali pengikat ini putus, muatan bergeser membuat kapal goyang dan miring," ungakap Imran.
Imran kemudian mencari tempat terdekat untuk mengkandaskan LCT tersebut agar muatan dan ABK bisa diselamatkan. "Kondisi ABK aman semua, sudah turun semua dari kapal," tutupnya.
Editor: Supiansyah