Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid menerangkan, gempa pertama terjadi pada pukul 21.55 WITA di sekitar Kecamatan Karangan dengan kekuatan magnitudo 3,2. Sekitar 45 kilometer dari lokasi tersebut, gempa kedua menyusul pada pukul 22.07 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,0. Sementara itu, gempa ketiga mengguncang wilayah Kelurahan Susuk, Kecamatan Sangkulirang pada pukul 03.59 WITA dengan kekuatan magnitudo 2,6.
Rasmid mengungkapkan bahwa, ketiga gempa bumi yang terjadi tersebut memiliki kedalaman yang relatif dangkal. Gempa tersebut juga diketahui berasal dari dua sesar aktif.
"Gempa pertama dan ketiga dihasilkan oleh sesar aktif yang sama, yaitu Sesar Sangkulirang, yang pernah menimbulkan gempa bumi dan tsunami pada 16 Mei 1921," kata Rasmid kepada Korankaltim.com, Senin (9/9/2024).
Sementara itu, gempa kedua disebabkan oleh Sesar Mangkalihat. sesar ini hampir sejajar dengan Sesar Sangkulirang yang panjang sesarnya pun hampir sama yakni 100 KM.
Adapun parameter ketiga gempa tersebut yakni gempa pertama magnitudo 3,2, terjadi pada 8 September 2024 pada pukul 21.55 WITA dengan lokasi 90 km tenggara Berau dan kedalaman 6 km. Kemudian gempa kedua magnitudo 3,0, terjadi pada 8 September 2024 pada pukul 22.07 WITA, berlokasi 59 km tenggara Berau dan kedalaman 6 km. Terakhir gempa ketiga magnitudo 2,6, terjadi pada 9 September 2024 pukul 03.59 WITA, berlokasi 118 km timur laut Bontang dan kedalaman 26 km.
Hingga saat ini, Rasmid juga memastikan bahwa belum ada laporan terkait kerusakan ataupun gempa susulan dari tiga gempa bumi yang terjadi.
"Kami terus memantau perkembangan gempa bumi ini, namun hingga saat ini belum ada laporan gempa susulan atau dampak kerusakan yang ditimbulkan," pungkasnya.
Editor: Supiansyah