Pria 66 Tahun di Sepinggan Tewas Dililit Ular Sawah
2 menit baca1.047 kali dibaca

Penulis : David Purba
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Warga RT 21 Sepinggan Raya, Balikpapan, gempar setelah Decky TH F Lengkong (66), sekretaris RT setempat, meninggal dunia akibat dililit ular sawah sepanjang 2,5 meter. Kejadian tragis ini terjadu pada Kamis (5/9/2024) malam, sekitar pukul 20.30 WITA.
Anak korban, Denny Lengkong, menjelaskan bahwa ayahnya yang akrab disapa Tommy ini sejatinya telah terbiasa menangkap ular. Namun, insiden kali ini berakhir tragis ketika lilitan ular mengenai tangan korban, lilitan itu diduga menyebabkan penyumbatan aliran darah hingga akhirnya korban meninggal di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.
"Bapak sering menangkap ular, tapi kali ini lilitannya di tangan cukup kuat hingga membuat bapak tiba-tiba lemas," ungkap Denny, Jumat (6/9/2024) malam.
Sebelum kejadian, Tommy mendengar suara di kandang ayamnya. Saat memeriksa, ia menemukan seekor ular sawah yang mengintai ayam peliharaannya. Korban kemudian mengejar ular itu hingga ke area pagar Bandara Sepinggan, yang berada di belakang rumahnya. Tommy berhasil menangkap ular tersebut, namun saat berusaha membawanya pulang dan memasukkan ke karung, tangan kirinya tiba-tiba terlilit.
"Bapak minta saya ambilkan karung. Setelah saya bantu melepaskan lilitan, tiba-tiba bapak lemas. Kami langsung memanggil ambulans dan membawanya ke rumah sakit, tapi bapak sudah meninggal saat diperiksa," tutur Denny.
Kabar kematian Tommy mengejutkan warga. Jenazahnya tiba di rumah duka di Jalan Sepinggan Baru I sekitar pukul 22.00 WITA, diiringi tangisan keluarga dan kerabat yang tidak menyangka sosok yang dikenal ahli menangkap ular itu wafat dengan cara seperti ini.
"Bapak Tommy dikenal baik dan sangat bermasyarakat. Selain sekretaris RT, beliau juga bekerja sebagai sekuriti di SMPN 5," kata Ketua RT 21 La Ode Maliki, didampingi Ketua LPM Sepinggan Raya, Rusli.
Ketua LPM Sepinggan Raya, Rusli, menyatakan bahwa masalah kebersihan di sekitar pagar Bandara Sepinggan menjadi perhatian serius. Belakangan ini, banyak ular sawah yang masuk ke permukiman akibat area sekitar bandara yang tidak terawat, dipenuhi rerumputan liar.
"Rumput liar di area bandara tidak terurus, menyebabkan aliran air terhambat dan banyak ular yang masuk ke lingkungan warga. Kami sudah banyak menerima laporan dan akan menindaklanjuti bersama pihak kelurahan dan Angkasa Pura," tegas Rusli.
Bhabinkamtibmas Sepinggan Raya, Aipda Achmad Mulyono, juga membenarkan peristiwa tragis ini. "Korban dililit di bagian tangan, diduga meninggal karena penyumbatan aliran darah akibat lilitan tersebut," jelasnya setelah pemakaman.
Tommy dimakamkan di TPU Prona Sepinggan pada Jumat (6/9/2024) sore, setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Nurul Falah, Sepinggan Raya.
Editor: Supiansyah










