Aksi demo penolakan BCT ini disebabkan sopir angkot merasa pendapatan mereka tergerus sejak kembali beroperasinya BCT.
Koordinator sopir angkot nomor 7 Dedi mengatakan, sejak BCT beroperasi, membuat penghasilannya turun sampai 50 persen.
"Keberadaan angkutan online sudah lebih dulu membuat angkot kian terpinggirkan. Apalagi ditambah BCT, kami semakin terpinggirkan,” kata Dedi.
Terlepas dari hal lain, dirinya juga menilai BCT dianggap masih belum cocok beroperasi di Balikpapan. Hal itu menyusul jalanan masih sempit dan belum dilebarkan.
"Jalanan Balikpapan ini kecil, belum cocok ada BCT,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga berharap kepada Dinas Perhubungan Kota Balikpapan untuk memudahkan uji KIR bagi angkot yang ada di Balikpapan dan jangan di persulit.
"Kami juga minta kepada Dishub agar Uji KIR jangan di persulit,"pungkasnya.
Editor: Aspian Nur