General Manager Jatra Hotel and Resort Balikpapan, Eko Purwanto mengatakan, bahwa hingga beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan, sejumlah tamu di hotelnya mendadak membatalkan pesanan.
Eko menduga pembatalan yang dilakukan tersebut, selain akibat kebijakan pembagian lokasi peringatan Hari Kemerdekaan juga akibat adanya kebijakan yang mengharuskan para tamu untuk menempati bangunan-bangunan yang berada di IKN.
“Banyaknya last minute yang melakukan cancel karena ada kebijakan juga. Mungkin tadi contohnya kayak kegiatan ini sudah harus difokuskan banyak di IKN, jadi mereka (tamu) harus mulai menempati rumah-rumah dinas yang ada di IKN,” kata Eko Purwanto, Jumat (9/8/2024).
Pembatalan pesanan kamar tersebut pun membuat okupansi yang semula telah mencapai 100 persen menurun. Meski tak terlalu berdampak signifikan, namun kondisi tersebut diakui Eko cukup merugikan baginya. Pasalnya, ia terlanjur menyampaikan kepada para tamu lainnya, di luar dari pada kegiatan Hari Kemerdekaan hotel telah full booking.
“Beberapa instansi bahkan masih belum tahu, belum yakin apakah mereka akan mendapatkan undangan untuk hadir di acara 17 Agustus di IKN atau enggak,” ujarnya.
Eko mengaku sangat mendukung dengan adanya agenda pemerintah di Kaltim, khususnya di IKN. Pasalnya, sejak adanya pembangunan tersebut, jumlah kunjungan di hotelnya cukup meningkat.
Namun, ia mengusulkan ke depan agar adanya regulasi mengenai booking hotel. Terutama bagi mereka yang hendak melakukan pembatalan agar tak merugikan para pemilik hotel.
“Kami hanya minta kerja samanya untuk memberikan garansi lah, jadi pada saat ada bookingan kamar mungkin kami diberikan jaminan juga bookingan kamar ini tidak akan ter cancel,” imbuhnya.
Terpisah Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Sugianto mengatakan bahwa okupansi hotel di Balikpapan saat ini terutama pada tanggal 15, 16, 17 hingga 18 Agustus telah mencapai 80 persen.
“Awal itu sudah hampir semuanya full 100%, tapi karena kemarin anda beberapa teman ada pembatalan dari beberapa instansi maka masih ada beberapa hotel yang belum penuh,” kata Sugianto.
Sugianto mengungkapkan 80 persen hotel yang dibooking tersebut merupakan hotel dari bintang 3, 4 dan 5. Mengenai harga, Sugianto mengaku tak ada kenaikan harga yang signifikan yang terjadi. Para pemilik hotel hanya melakukan penyesuaian mulai dari 10 persen hingga 15 persen dari harga awal.
“Kalau untuk kamar kurang lebih ada 4.000 di Balikpapan dari bintang 3 bintang 4 dan bintang 5 saat ini yang terisi sudah 80% jadi tinggal 20% lagi yang tersisa,” pungkasnya.