Puluhan PKL yang telah berjualan selama puluhan tahun pun melakukan pembongkaran lapak secara mandiri. Sebagian lainnya juga ada yang dibantu tim gabungan.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas I Balikpapan, Fourmansyah, mengatakan penertiban yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari rapat bersama sejumlah instansi untuk menindaklanjuti kemacetan yang kerap terjadi di depan Pelabuhan Semayang Balikpapan.
"Ini kita lakukan memang momennya bertepatan dengan momen angkutan laut Lebaran tahun 2024. Mengingat pada momen arus mudik akan banyak pemudik yang melintas," kata Fourmansyah.
Keberadaan PKL dan parkir liar kendaraan lanjut Fourmansyah membuat badan jalan menyempit akibat berdirinya lapak-lapak liar pedagang dan kendaraan. Untuk mewujudkan ketertiban umum tersebut, Fourmansyah bakal melakukan penertiban secara berkelanjutan nantinya.
Sebab menurutnya, bila tidak dilakukan secara berulang tidak menutup kemungkinan, PKL dan parkir liar kendaraan akan kembali lagi memenuhi badan jalan di depan Pelabuhan Semayang Balikpapan.
"Untuk pedagang kita akan carikan solusinya agar mereka bisa berjualan dengan tidak mengganggu ketertiban umum juga dengan parkir liar ini, kita akan koordinasi dengan Dishub Balikpapan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu PKL, Isa menyambut baik langkah penertiban ini asalkan ada solusi yang memungkinkan PKL untuk tetap bisa berjualan ke depannya.
Perempuan 45 tahun itu juga mengaku baru 3 bulan lebih berjualan di depan Pelabuhan Semayang. Sebelumya, ia sempat berjualan di dalam Pelabuhan, namun karena adanya perluasana kawasan pelabuhan, Isa pun pindah keluar.
"Dulu nya saya jualan di dalam pelabuhan sebelum perluasan dulu, ada disediakan lapak dulu itu, terus dibongkar jadi kita bingung jualan dimana, padahal kita bayar dulu itu, nyewa disana," kata Isa.
Ia juga menyampaikan harapannya agar disediakan tempat yang layak untuk berjualan kedepannya, agar mereka tidak terusir kembali nantinya.
"Mau lah kalau ada disediakan tempat sekalipun nanti harus sewa, paling tidak kita tidak terusir seperti ini," harapnya.
Editor: Maruly Z